Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Komisi Penyuluhan Sumut Kunker ke Jawa Tengah

- Senin, 06 Juni 2016 11:43 WIB
269 view
Komisi Penyuluhan Sumut Kunker ke Jawa Tengah
Medan (SIB)- Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) memiliki peran utama dalam menunjang program pertanian secara nasional. Itu bisa dilihat dari keberhasilan kegiatan pelaksanaan Gapoktan Kebon Sewu yang mampu meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan para petani di Desa Kebon Agung.

Hal itu disampaikan Denny Simamora salah seorang anggota Komisi Penyuluhan Provinsi Sumatera Utara (KPPSU) 2016 kepada wartawan, Minggu (5/6) di Medan.

"Sebelumnya KPPSU yang diketuai Prof Dr Ir Dharma Bakti Nasution Msr, dengan anggota Ir Tuani P Naibaho, Alida Silalahi, Hj. Taty Habib, Denny Simamora, Ir Effendy Lubis, Drs Ariston Simanjuntak, Ir Haliaru, Sabrin Tanjung dan DR Alfan telah melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Desa Kebon Agung, Kec.

Sumowono Kab. Semarang Jawa Tengah pada 25-28 Mei 2016 lalu, untuk melihat langsung keberhasilan Pemda Jateng dalam meningkatkan produksi pertanian dan penghasilan para petaninya. Kemudian keberhasilan program-program pertanian di daerah ini akan kita adopsi dan mudah-mudahan bisa diterapkan di Sumut," katanya.

Dalam kunker mereka itu, dia menceritakan Gapoktan Kebon Sewu memiliki peranan penting dalam membantu petani mengatasi masalah-masalah yang dihadapi mereka, seperti cara bercocok tanam yang baik, mengatasi permodalan petani yang terbatas, pemasarannya dan lain-lainnya. "Dengan adanya Gapoktan Kebon Sewu ini menjadi wadah bagi para petani sekitar untuk mengatasi masalah-masalah pertaniannya. Karena itu masyarakat sekitar di Desa Kebon Agung sangat antusias dengan keberadaan Gapoktan Kebon Sewu ini," katanya.

Dia menuturkan, tahun 2008 sebelum terbentuknya Gapoktan, petani di Desa Kebon Agung masih bercocok tanam dengan cara-cara tradisional dan mayoritas menanam jagung jenis lokal di musim penghujan dan buruh lepas pada saat musim kemarau. Dengan luas wilayah 533 Ha yang dihuni penduduk 3.446 jiwa menjadikan wilayah Desa Kebon Agung mempunyai lahan pertanian yang cukup luas.

Namun setelah Gapoktan Kebon Sewu dibentuk, lanjut dia, perlahan Gapoktan menjalankan kegiatan yang mampu mengubah pola hidup petani dalam cara bertani yang baik dan tetap mendapatkan hasil lebih baik. Kegiatan awal yang dilakukan adalah menanam sayuran dan tanaman hortikultura dalam polybag di depan rumah warga. Dari langkah kecil itulah masyarakat tergugah untuk menanam dalam skala yang lebih banyak di kebun-kebun dan pekarangan.

Perlahan tapi pasti, lanjut dia, Gapoktan menampakkan progres yang baik, banyak kelompok tani muncul di tiap dusun dan bergabung dalam Gapoktan Kebon Sewu yang saat ini telah menjadi 14 kelompok.

Keberhasilan ini, lanjut dia, membuat Gapoktan Kebon Sewu berhasil mendapatkan sejumlah prestasi. (A12/y)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru