Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Pedagang Pasar Halat Tolak Renovasi Kios dan Los

- Selasa, 06 September 2016 12:47 WIB
169 view
Pedagang Pasar  Halat Tolak Renovasi Kios dan Los
Medan (SIB)- Pedagang Pasar Halat Kota Medan menolak renovasi kios dan los Pasar Halat sebab uang muka (DP) yang ditawarkan PD Pasar cukup tinggi, untuk renovasi kios Rp4 juta, DP untuk los Rp3 juta sedangkan biaya angsuran Rp 23 juta.

"Kenapa PD Pasar terus berambisi untuk merenovasi kios dan los, sementara situasi ekonomi pedagang saat ini masih sulit, mau cari makan saja sulit bagimana lagi untuk mengeluarkan dana untuk merenovasi," kata Ketua Pedagang Pasar Halat Medan Ambo didampingi Penasehat Iriansah Nasution dan pedagang pakaian Joko kepada SIB, Senin (5/9) di Pasar Halat Medan.

Dijelaskan Ambo, Pasar Halat beda dengan pasar tradisional lainnya sebab Pasar Halat adalah Pasar Inpres, dimana setiap rencana baik itu renovasi, kenaikan retribusi sewa harus dikonfirmasi ke Komisi C DPRD Kota Medan.

Karena itulah para pedagang menolak kios dan los direnovasi untuk sementara apalagi dananya dikutip dari pedagang. Mereka mengatakan situasi ekonomi masyarakat saat ini sangat lemah, daya beli berkurang sehingga para pedagang untuk mencari makan susah, sementara mereka punya beban untuk anak yang sedang sekolah.

Seperti dikeluhkan Joko pedangang kain, mulai pagi hingga sore ia jualan, tetapi tidak ada pakaian yang terjual. "Bagaimana saya mau mendukung renovasi kios. Memang pihak PD Pasar mengatakan ada dana KUR untuk pedagang dari bank, jika saya meminjam lagi dari bank sementara utang saya juga masih ada di bank bagaimana nanti aku melunasinya," ujarnya.

Untuk itu ia memohon kepada PD Pasar agar menunda  renovasi Pasar Halat 3-4 tahun lagi, sebab beban utang para pedagang masih ada di bank.

Sementara Iriansah Lubis mengharapkan PD Pasar Kota Medan mengkaji kembali rencana renovasi pasar, mengingat situasi ekonomi masyarakat masih lemah. "Kami tidak menolak renovasi tetapi jangan dilibatkan pedagang pembiayaan pembangunan, mengingat situasi ekonomi yang masih sulit," harapnya. (A14/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru