Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Pertama Kali

Tim Dokter RS Grand Medistra Lubukpakam Lakukan Operasi Lobektomi Paru

- Selasa, 06 September 2016 12:56 WIB
5.010 view
Tim Dokter RS Grand Medistra Lubukpakam Lakukan Operasi Lobektomi Paru
SIB/Dok
MEMBAIK : Tim dokter RS Grand Medistra Lubukpakam bersama pasien Frengky P Sianipar setelah kondisinya semakin membaik, usai menjalani operasi, Senin (5/9) di Lubukpakam.
Lubukpakam (SIB)- Tim dokter RS Grand Medistra Lubukpakam berhasil melakukan operasi lobektomi paru terhadap pasien Frengky P Sianipar (33) warga Kelurahan Cemara, Lubukpakam Deliserdang.

Hal itu dikatakan Direktur RS Grand Medistra, dr Arif Sujatmiko MKes didampingi ketua tim dokter dr Syahroni Ibnu SpBTKV, beberapa dokter spesialis yakni dr Edwin Pakpahan SpP, dr R Arif Banu Pradipta SpPD, dr Syahroni Ibnu SpBTKV, dr Qadri Fauzi Tanjung SpAn-KAKV, dr Winardi SpAn dan dr Gloria Situmeang SPAn kepada wartawan, Senin (5/9) di Lubukpakam.

Dikatakan, operasi yang digelar, Selasa (16/8) merupakan hari yang bersejarah, karena operasi lobektomi paru merupakan operasi yang sulit dan masih tergolong langka dapat dilakukan di rumah sakit swasta di Sumatera Utara. Pasien Frengky P Sianipar, awalnya memeriksakan kesehatannya Juli 2016 dengan keluhan batuk berdarah yang sudah dialami sejak 5 tahun yang lalu.

Penderitaan itu semakin berat setelah 3 bulan terakhir karena kadar hemoglobin dalam darahnya hanya 6 gr persen dari hasil pemeriksaan menggunakan bronchoscopy. Tindakan operasi lobektomi paru adalah tindakan mengangkat bagian paru-paru yang rusak yang menyebabkan batuk darah pada pasien. Bila bagian paru-paru tersebut tidak diangkat, maka dikhawatirkan pasien dapat kekurangan darah, karena setiap batuk akan mengeluarkan darah.

"Setelah operasi, pasien menjalani perawatan post operasi di ruang isolasi ICU. Saat ini kondisi pasien sudah jauh membaik dan fungsi paru-parunya sudah meningkat yang ditandai pasien sudah mampu meniup 3 balon sehari sampai balon pecah. Operasi lobektomi paru seperti itu pertama dapat dilakukan di rumah sakit swasta di Sumatera Utara. Sebelumnya dilakukan di RSUP Haji Adam Malik Medan," ujar dr Arif Sujatmiko.

Rumah sakit itu juga melayani operasi mata katarak system Phaco (operasi rawat jalan, langsung pulang dalam 1 hari), operasi bibir sumbing gratis atas bantuan pembiayaan dari Smile Train dari USA, cuci darah (hemodialysis) terhadap pasien-pasien gagal ginjal, operasi pengangkatan prostat tanpa sayatan (TUR-P), operasi pengambilan batu saluran kemih tanpa sayatan (URS Litotripsi), operasi sinus hidung tanpa sayatan (FESS), operasi dan reposisi trauma tulang dengan menggunakan alat khusus C-Arm, serta operasi bedah saraf. (A23/q)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru