Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Pameran Kreativitas Tanpa Batas Tampilkan Gaun Pensil Karya Seniman Jerman

- Selasa, 06 September 2016 15:01 WIB
723 view
Pameran Kreativitas Tanpa Batas Tampilkan Gaun Pensil Karya Seniman Jerman
SIB/Donna Hutagalung
GAUN PENSIL : Brand Manager Faber Castell Indonesia Fransiska Remila, Staf Ahli Gubsu bidang Pendidikan Aspan Sofian dan pengamat seni Kushendra foto bersama dengan latar gaun pensil karya seniman Jerman Kerstin Schulz, di sela-sela pameran "Kreativitas
Medan (SIB)- Pensil sebagai alat tulis dan menggambar itu sudah biasa. Tapi pensil bisa menjadi gaun pesta nan mewah, mungkin Anda belum pernah melihatnya. Gaun pensil hasil kreativitas seniman Jerman bernama Kerstin Schulz inilah yang menarik perhatian pengunjung pameran "Kreativitas Tanpa Batas" yang digelar Faber Castell di Cambridge City Square Medan, Senin (5/9).

Gaun pensil ini dibuat dari sekitar 5000 pensil Castell 9000 berwarna hijau. Menurut Brand Manager PT Faber Castell Internasional Indonesia, Fransiska Remila, gaun ini merupakan salah satu karya terbaik Schulz yang dibuatnya selama sebulan.

"Gaun pensil ini mungkin terinspirasi dari budaya di Jerman, di mana gadis-gadis mudanya sering mengikuti pesta dansa untuk mencari jodoh. Itu kenapa gaun ini pun seperti berputar," katanya seraya menambahkan Indonesia negara ketiga yang memamerkan gaun ini setelah Singapura dan Jepang.

"Untuk membawanya dari Jepang pun melalui proses yang panjang. Mulai dari packing yang sangat aman sehingga gaun tidak bergerak," tambahnya.
Selain gaun pensil, dalam pameran yang akan berlangsung hingga 11 September mendatang itu, juga dipamerkan replika kapal Pinisi yang terbuat dari 12.153 tutup connector pen, 897 batang connector pen dan 1080 connector. Ada juga patung Mona Lisa dan karya lainnya yang terbuat dari pensil, serta aneka gambar dan lukisan.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menginspirasi anak-anak muda di Medan bahwa menjadi kreatif itu tidak susah. Ini juga kami lakukan sebagai apresiasi kepada semua karya dari semua kegiatan yang pernah dilakukan Faber Castell sebelumnya, seperti lomba gambar hingga menulis cerita pendek," kata Fransiska.

Staf Ahli Gubsu bidang Pendidikan, Aspan Sofian yang hadir mewakili Gubsu sangat mengapresiasi dan mendukung pameran tersebut. Pasalnya, menurut dia, kreativitas mendorong seseorang untuk mengandalkan daya pikir agar menghasilkan karya yang baik.

"Kegiatan-kegiatan yang membangkitkan kreativitas anak-anak sejak dini bisa menghindarkan mereka dari penyalahgunaan Narkoba di masa mendatang," katanya.

Dia juga optimis para seniman di Sumut bisa menghasilkan karya yang luar biasa, karena daerah ini memiliki segudang obyek yang bisa dituangkan dalam karya seni seperti rumah adat Batak, Danau Toba, Candi Portibi dan peninggalan sejarah lainnya.

Pengamat seni dari Yayasan Simpassri Kushendra juga sangat menghargai pameran kreativitas yang digelar Faber Castell tersebut. Sebab, menurut dia, kegiatan seperti ini sangat jarang digelar di Medan. Dan hal ini menjadi kendala bagi seniman di kota ini untuk berkarya.

"Kalau mau buat pameran biasanya difasilitasi galeri. Ini yang menjadi kendala, sehingga banyak seniman kita yang lari ke Jakarta," ujarnya.

Untuk itu, Kushendra berharap pameran-pameran seperti ini terus dilakukan dan diperbanyak sehingga anak-anak muda menjadi tertarik pada seni rupa. "Sering-seringlah mengadakan pameran seperti ini, karena akan menggairahkan anak-anak didik untuk berkreativitas," katanya.

Dalam kegiatan ini, selain memamerkan karya-karya pemenang lomba, juga akan diisi beragam kegiatan dan aksi  berkaitan dengan seni, di antaranya workshop komik strip bersama komunitas Digidoy,  diskusi seni bersama dosen Unimed dan ditutup dengan lomba gambar. Medan jadi rangkaian penutup dari kegiatan ini yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. (R19/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru