Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Tahun Keluarga di HKBP Sidorame Medan

Sukses dan Gagalnya Kehidupan Hari Ini Ditentukan Kehidupan Masa Lalu

- Selasa, 06 September 2016 15:04 WIB
366 view
Sukses dan Gagalnya Kehidupan Hari Ini Ditentukan Kehidupan Masa Lalu
Medan (SIB)-  Pendeta HKBP Sidorame Resort Medan Timur Pdt Dotur Purba STh mengatakan, sukses dan gagalnya kehidupan orang di hari ini ditentukan bagaimana kehidupannya di masa lalu.

Sedangkan kehidupan masa akan datang ditentukan oleh kehidupan di hari ini. "Artinya bagaimana kehidupan itu berlangsung, apakah berdasarkan sudut pandang Allah, atau berdasarkan sudut pandang diri sendiri atau orang lain," ucapnya dalam khotbah tahun keluarga HKBP di lingkungan HKBP Sidorame Resort Medan Timur, Minggu (4/9).

Dikatakannya, ada tiga pemikiran manusia, mengikuti pemikiran orang lain, berdasarkan pemikiran sendiri dan berdasarkan sudut pandang Tuhan Allah. Kalau berdasarkan orang lain sering ditemukan jalan sesat. Contohnya pada tahun 1965 masyarakat Indonesia disuruh menandatangani sesuatu untuk mendapat sesuatu.

Tapi ternyata warga yang menandatangani kertas itu diklaim sebagai anggota PKI sehingga selama masa-masa itu kehidupannya sengsara. Begitu juga kalau mengandalkan pemikirannya maka yang ada suka-suka, kalau dia suka maka dikerjakan tapi kalau hatinya tidak senang maka ditinggalkan. Tapi kalau berjalan berdasarkan sudut pandang Allah maka kebenaran dan suka cita yang diterima.

Tuhan Allah memberi pilihan kepada manusia, apakah memilih kehidupan atau kematian, pilihan itu diberikan karena manusia memiliki pikiran dan moral. Tapi Tuhan menganjurkan agar memilih kehidupan.

"Tahun keluarga ini mengajak orang tua warga Kristen, khususnya warga HKBP Sidorame supaya mewariskan kehidupan yang berlandaskan Firman Tuhan, agar kehidupan generasinya yang akan datang menjadi lebih baik karena semasa mudanya mendapat pengajaran firman. Jika kehidupan hari ini berlandaskan kepada Tuhan, maka kehidupan akan datang akan penuh dengan berkat dari Tuhan," tuturnya.

Dia bercerita tentang kehidupan orang tua yang setiap hari mencari nafkah pagi, siang sampai larut malam, tujuannya agar di hari tua nanti hidupnya nyaman. Tapi dia tidak bersosialisasi ke masyarakat dan tidak mendekatkan diri kepada Tuhan, bahkan dirinya sendiri tidak dirawat.

Akhirnya di usia 57 tahun orang tersebut meninggal dunia tanpa sempat menikmati kekayaannya. Anak yang ditinggalkannya memperebutkan harta peninggalan orangtuanya.

"Itulah kehidupan masa lalu yang tidak diberkati Tuhan sehingga kehidupan akan datang jadi hancur," paparnya. Turut hadir jemaat pagaran dari HKBP Gang Sado, GKJ Bandar Setia dan GKJ Sei Rotan, anggota DPRD Kota Medan Ir Sahat Simbolon, Ketua Umum Panitia Ir P Sihombing, Kordinator Seksi Dana Beresman Sidauruk SH SpN dan panitia lainnya. Sahat Simbolon mengatakan, tahun keluarga HKBP ini selain mengajak keluarga HKBP beribadah kepada Tuhan juga menjadi ajang silaturahmi antar sektor di lingkungan HKBP Sidorame. (A10/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru