Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Tolak Pembangunan SMAN 1 Pantailabu, Warga Blokir Jalan

- Jumat, 09 September 2016 12:03 WIB
327 view
Tolak Pembangunan SMAN 1 Pantailabu, Warga Blokir Jalan
SIB/Hasian Sinaga
UNJUKRASA : Puluhan warga Dusun III Desa Ramunia I Kecamatan Pantailabu gelar aksi unjukrasa, Kamis (8/9) di Pantailabu protes rencana pembangunan gedung SMAN 1 Pantailabu di lahan yang diklaim masyarakat sebagai miliknya.
Deliserdang (SIB)- Puluhan warga  Dusun III Desa Ramunia I Kecamatan Pantailabu, Deliserdang Kamis (8/9) menggelar aksi unjukrasa dengan memblokir jalan menuju lokasi akan didirikannya Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Pantailabu di atas lahan seluas 4 hektare yang diklaim warga sebagai lahan miliknya.

Pantauan SIB di lokasi, warga yang berunjukrasa didominasi kaum ibu-ibu itu, sempat terpancing emosi dan menghalangi alat berat untuk meratakan tanah masuk kelokasi. Warga menilai Pemkab Deliserdang merampas tanah perjuangan mereka yang telah mereka garap dan kelola sejak tahun 1991 dari pemegang Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Sawit PT Gelorata.

Namun, setelah tim Gabungan Polisi dan TNI yang berada di lokasi mengajak warga berdialog dan memberikan pengertian,  emosi warga pun dapat diredam sehingga alat berat yang sempat tertahan selama 4 jam itu diizinkan masuk kelokasi. Warga semula berkumpul di lokasi perlahan membubarkan diri.

Diah (40) warga Dusun III Desa Ramunia I Kecamatan Pantailabu mengatakan bahwa lahan tersebut sudah digarap warga sejak1991 dan sudah diputuskan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumut untuk diserahkan kepada warga. Dikatakan, lahan seluas 4 hektare itu selama ini diberdayakan oleh warga desa sebagai lahan pertanian secara bergantian dan membayar biaya sebesar Rp 300.000 per tahunya untuk kas desa.

Sementara itu, Camat Pantailabu Ayub didampingi Kepala Desa Ramunia Muhammad Hudri mengatakan bahwa lahan seluas 4 hektare itu bukanlah milik warga, melainkan milik negara dan sudah pernah disosialisasikan kepada warga  yang menggarap sejak tahun 2013. (HYS/c).


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru