Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026
Tokoh dan Pemerhati HKBP Letkol (Purn) Bernard Sihotang :

HKBP Harus Menjadi Berkat Bagi Jemaat dan Perekat untuk Bangsa dan Negara

- Minggu, 11 September 2016 09:59 WIB
357 view
HKBP Harus Menjadi Berkat Bagi Jemaat dan Perekat untuk Bangsa dan Negara
Sergai (SIB)- Sebagai gereja protestan terbesar di Asia Tenggara, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) pada masa mendatang harus menjadi berkat bagi jemaat serta sebagai perekat untuk bangsa dan negara. Harapan itu bisa terlaksana jika Sinode Godang (SG) HKBP 12 - 18 September  2016 di Pearaja Tarutung sukses dan dalam sukacita memilih pucuk pimpinan (Ephorus, Sekjen, Kadep, Praeses).

Kepada para sinodisten dingatkan untuk tidak pernah takut untuk memilih kandidat sepanjang memiliki integritas yang mumpuni. "Memilih tampuk pimpinan gereja sebesar HKBP jauh berbeda dengan memilih bupati, wali kota, gubernur bahkan presiden," ucap tokoh dan pemerhati HKBP, Letkol (Purn) Bernard Sihotang kepada SIB, Rabu (7/9).

Menurut Sihotang, bila salah pilih dalam Sinode Godang pekan depan, bisa muncul intrik dan konflik seperti pernah mendera HKBP yang efeknya mencabik- cabik kesatuan dan persatuan. Peristiwa itu jangan terulang kembali dan harus kita kubur dalam - dalam. Harus diingat bahwa dalam Yesus kita harus satu. Siapa pun yang terpilih asal susuai aturan dan peraturan serta mekanisme itulah yang terbaik.

Terkait adanya isu - isu intervensi orang luar menjagokan kandidat tertentu, para sinodisten yang mayoritas pendeta jangan terpengaruh apalagi takut. "Jangan takut pada manusia, tetapi takutlah pada Tuhan walaupun badai menghadang", lanjut Bernard yang pernah calon Wakil Bupati Serdangbedagai.

HKBP dengan jumlah jemaatnya lebih 5 juta orang secara kuantitas cukup besar. Namun, keberadaannya (kualitasnya) kepada jemaat, masyarakat dan negara harus direformasi agar punya makna serta menjadi berkat dan perekat dalam berbangsa dan bernegara.

Manajemen HKBP harus dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel. Aset-aset HKBP sangat banyak, Sumber Daya Manusia (SDM) nya juga berkualitas. "Ini semua harus diberdayakan. Sehingga HKBP diperhitungkan dan menjadi perhatian pemerintah".

Kepada SIB, Sihotang mengaku tidak berpihak pada salah satu kandidat ephorus. Sebagai jemaat yang selalu peduli dengan HKBP kita berharap pasca Sinode Godang HKBP 2016 tidak terjadi dualisme apalagi konflik. Biarlah para sinodisten memilih dengan hati nuraninya disertai doa. Kepada pihak luar dihimbau untuk tidak melakukan intervensi. Sebab, memilih pucuk pimpinan gereja tidak perlu blok - blok, sogok - menyogok dan janji - janji, pungkasnya. (A29/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru