Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Perangkat Desa Kutabaru dan Poktan Bahas Perbaikan Bronjong

- Kamis, 29 September 2016 11:29 WIB
230 view
Perangkat Desa Kutabaru dan Poktan Bahas Perbaikan Bronjong
SIB/ Bonny Sembiring
Kepala Desa Kutabaru Sutrisno didampingi Ketua P3A Miswan, Ketua Gapoktan Ramli, Ketua BPD Ngatiran, Ketua GP3A Ponidi, perwakilan PPL Rusminto, perwakilan Babinsa Serka Syafril dan perangkat lainnya saat bermusyawarah bersama seluruh kelompok tani di Aul
Kutabaru (SIB)- Perangkat Desa Kutabaru Kecamatan Tebingtinggi, Serdangbedagai menggelar musyawarah desa (Musdes) bersama kelompok tani (Poktan) membahas upaya perbaikan bronjong di Sungai Padang Tebingtinggi, Rabu (28/9). Musdes itu dihadiri 14 kelompok tani yang ada di desa itu.

Diketahui, bencana banjir yang melanda Kota Tebingtinggi beberapa bulan lalu mengakibatkan Sungai Padang di Kota Lemang meluap. Sehingga bronjong yang ada rusak terlindas air. Dampaknya areal persawahan kekurangan pasokan air, mengingat sumber pengairan sawah berasal dari sungai tersebut.

Kepala Desa Kutabaru Sutrisno dalam bimbingannya mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan gotong-royong yang dilakukan seluruh kelompok tani untuk memerbaiki tanggul sementara itu. "Dalam menyambut masa tanam serentak diperlukan persediaan air yang cukup guna mengairi persawahan, maka untuk mewujudkannya bronjong di Sungai Padang harus diperbaiki secara swadaya kita bersama. Jika tidak, para petani akan merugi miliaran rupiah," tegas Kades.

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Miswan dalam kesempatan yang sama juga mengatakan, sambil menunggu rampungnya Bendungan Bajayu (Batak Jawa Melayu), maka sesama petani pemakai air, harus mengambil langkah tepat untuk mengatasi masalah ini. Karena jika tidak, petani menanggung kerugian yang sangat besar. "Hemat saya, gerakan lima ribu rupiah/rantai merupakan salah satu solusi terbaik bagi kita untuk memerbaiki bronjong yang ada di Sungai Padang," katanya.

Adapun keputusan yang diperoleh dalam Musdes itu antara lain, setiap petani wajib berkontribusi Rp.5000/rantai guna pendanaan perbaikan bronjong. Kemudian pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong, sehingga penanaman serentak bibit padi dapat terlaksana pada pertengahan Oktober mendatang. (BS/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru