Dolokmasihul (SIB)- Untuk menghindari alih fungsi lahan pertanian dan angka kemiskinan meningkat, warga Desa Huta Nauli membangun bendungan sublesi (pembantu irigasi) semipermanen secara swadaya. Pembangunannya menghabiskan dana Rp51.000.000.
Hal ini disampaikan Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Anggiat Sianipar di Desa Hutanauli Kecamatan Dolokmasihul Kabupaten Sergai kepada SIB, Minggu (2/10).
Dijelaskannya, pembangunan kita lakukan secara cor beton menggunakan material batu kadas, dengan panjang 40 meter dan lebar 1,5 meter. Dilengkapi dua selincir gunanya untuk mengontrol masuknya air ke persawahan dan satu pintu air yang berguna untuk membuang pasir dan antisipasi banjir.
"Pembangunan sublesi kita buat semipermanen sesuai persetujuan pengelola sumber daya air (PSDA) Propinsi, karena secara manual kita bangun sudah berulang kali jebol dan telah merugikan petani hingga ratusan juta," sebut Anggiat.
Kepala Desa Hutanauli Josef Hutabarat membenarkan pembangunan sublesi semipermanen tersebut. Biaya yang dihabiskan sebesar Rp51.000.000 yang dikumpulkan dari petani sebesar Rp15.000/rante dan dikerjakan 230 warga secara bergantian. "Kita sudah mengadakan rapat dan Senin (3/10) seluruh petani turun sawah melaksanakan pola tanam MT-II", tutupnya. (JT/y)