Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Seputar Wacana Financial Technology, Ponsel Bisa Jadi Perangkat Pembiayaan Bisnis

Fintech, Momen Penggalangan Konsumen IT Menjadi Produsen EP Mandiri

- Selasa, 04 Oktober 2016 11:34 WIB
336 view
Fintech, Momen Penggalangan Konsumen IT Menjadi Produsen EP Mandiri
Medan (SIB)-  Sistem teknologi tata keuangan (financial technology, atau Fintech) dinilai sebagai momen penting bagi publik selaku pihak yang menjadi konsumen industri teknologi (IT) atau teknologi informasi selama ini, untuk beralih secara cepat menjadi pihak 'produsen' enterpreneur profesional (EP) yang mandiri dan serba beruntung serta bermanfaat (multi oriented).

Pemerhati jasa keuangan dari kalangan praktisi teknologi informasi di Medan, Ir Budi Siagian, dan pengusaha media digital Ali Leonardi SH SE MBA selaku konsultan bisnis dan investasi, secara terpisah menyebutkan pola atau sistem penggalangan sumber dana untuk menjadi pembiayaan berbagai bisnis dengan cara digital atau teknologi seperti Fintech ini, sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, walau saat ini memang tak beghitu populer.

"Modus penggalangan sumber dana dengan sistem atau perangkat Fintech ini sebenarnya bukan hal baru. Hanya saja, sistem ini selama ini hanya digeluti kalangan praktisi yang fokus kepada proyek penyaluran dana untuk pembiayaan bisnis tertentu yang sifat keuntungannya langsung dan terjamin dapat (instant profit).

Jadi, wajar saja kalau hingga saat ini, sejak era teknologi digital masuk negeri ini, baru 71 pihak atau praktisi Fintech yang ada di Indonesia, sebagaimana terdaftar di lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Padahal, sistem Fintech ini adalah momen penggalangan para konsumen IT untuk menjadi produsen EP yang mandiri dan profitabel (serba beruntung)," ujar Budi Siagian kepada pers di Medan, Senin (3/10).

Dia memaparkan, publik dari semua kalangan, mulai dari siswa ataun anak sekolah, guruguru, pengusaha besar maupun kecil, bahkan para pejabat atau kaum ibu yang selama ini menggunakan telepon seluler (ponsel) atau hand phone (HP) dengan kualitas IT tertentu, sebenarnya sudah memperoleh peluang untuk memanfaatkan atau membuka satu 'gardu' Fintech.

Peluang itu antara lain dengan memanfaatkan dan melacak info-info sumber keuangan yang masuk melalui jaringan ponsel atau perangkat digital lainnya, untuk dilacak dan dikonfirmasi ke lintas jaringan yang diduga merupakan 'link' atau skema jalur dari sumber dana tersebut.

Modus lain, katanya, adalah dengan pola menghimpun berbagai akses dari biro atau pusatpusat jasa pembiayaan (multifinance) yang tersebar luas secara digital maupun verbal yang kemudian ditabulasi sebagai potensi sumber dana untuk pembiayaan sektoral.

Siagian mencontohkan adanya tradisi pihak tertentu yang menawarkan jasa pembiayaan melalui pesan 'sms', yang bisa dilacak ke jaringan terkait ke berbagai situs yang diduga sebagai pusat dana tersebut. Misalnya, dengan konfirmasi ke pihak bank atau asuransi terkait untuk memastikan keabsahan 'pihak donasi' tersebut.

"Fintech ini juga merupakan proses pencerdasan publik di bidang tata keuangan untuk kelola dana mulai dari sesi penyaluran hingga penagihan (penghimpunan) secara digital.

Tapi risikonya memang fifty-fifty, karena tergantung pada kejelian si praktisi dalam mengelola dana, terlebih dalam proses penyaluran dana untuk modal dan investasi. Secara praktikal, sistem ini bermuara pada model pembiayaan mirip multi level finance (MLF) karena menguntungkan banyak pihak dalam berbagai transaksi," katanya menganalisis.

Hal senada juga dicetuskan Ali Lenardi selaku praktisi bisnis media transaksi digital di jaringan perusahaannya PT Kharimantara Indonusa, sistem penggalangan dana dengan model Fintech ini terbilang mudah dan praktis hanya dengan penggalangan medium praktisi di kalangan produsen dan konsumen yang saling akses dalam satu jaringan usaha jasa pembiayaan.

"Dengan model Fintech ini, transaksi akan berlangsung dengan komitmen yang saling terjamin dan bergaransi tanpa harus terdeteksi kualitas pihak sumber dana untuk pembiayaan, misalnya takkan ada celah untuk menilai calon konsumen tertentu dari kalangan UKM lemah atau pengusaha besar dan sebagainya.

Sistem pada Fintech ini sudah menunjukkan suatu rekomendasi faktual tentang profil dan prospektus para pembutuh dana atau modal, dengan sampel transaksi yang menjadi jaminan awal bahwa pembiayaan itu tepat sasaran dan tepat guna. Namun ada juga resikonya yang perlu diantisipasi karena ini memang terkait sistem teknologi digital," katanya tanpa menyebutkan resiko yang rawan tersebut. (A04/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru