Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Gubsu Erry Nuradi : Mari Lindungi Produk Dalam Negeri

- Rabu, 05 Oktober 2016 13:29 WIB
308 view
Gubsu Erry Nuradi : Mari Lindungi Produk Dalam Negeri
SIB/Dok
FOTO BERSAMA : Gubsu HT Erry Nuradi foto bersama pengurus dan anggota IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) Sumut di ruang kerja Gubsu, Senin (3/ 10).
Medan (SIB) Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi memiliki harapan besar kepada para pengusaha untuk memajukan ekonomi dengan melindungi produk dalam negeri.

"Lindungi produk dalam negeri kita. Kita tidak ingin produk kita dibeli negara lain lalu dibranding negara tersebut dan anehnya kita beli lagi produk tersebut,'' kata Erry saat menerima audiensi IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) Sumut di ruang kerja Gubsu, Senin (3/10).

Hadir Ketua IPEMI Yulidar Bugis, Sekretaris Erni, pembina IPEMI Revita Lubis dan sejumlah anggota. Sementara Gubsu HT Erry Nuradi didampingi Kadis Koperasi dan UKM M Zein, Kadisnaker Sumut Bukit Tambunan dan Plt Kapala Kesbangpol Linmas Zulkifli Taufik.

Dalam kesempatan itu, Gubsu HT Erry Nuradi juga mengatakan saat ini banyak pengusaha dari Malaysia yang membeli produk Indonesia khususnya Sumut, lalu diberi label/merek negara jiran tersebut. "Kondisi ini sangat memprihatinkan karena tidak hanya merugikan para pengrajin kita, juga produk tersebut kembali dijual ke tanah air,'' sebut Erry. Erry juga tak memungkiri jika masyarakat Indonesia lebih menyukai produk yang berlabel luar negeri, meski produk tersebut merupakan produk Indonesia sendiri. Oleh karena itu, Erry menyebutkan inilah momen untuk memajukan atau mengawal produk dan kerajinan Indonesia. ''Saya berharap IPEMI bisa melakukan itu,'' tutur Erry.

Sementara Ketua IPEMI Yulidar mengatakan, terbentuknya organisasi tersebut untuk meningkatkan peran dan kontribusi yang berkepribadian Indonesia. "Insya Allah kami siap melaksanakan seperti yang diharapkan bapak Gubsu tidak hanya meningkatkan kesejahteraan kaum muslimah juga mengawal produk kita agar tidak dibajak negara lain," jelasnya. (A12/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru