Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Gubsu Harapkan Intelegensia Kristen Berperan Sadarkan Masyarakat Tentang Pentingnya Otoritas Danau Toba

* 22 Oktober PIKI Sumut Gelar Konferda
- Rabu, 05 Oktober 2016 19:04 WIB
342 view
Gubsu Harapkan Intelegensia Kristen Berperan Sadarkan Masyarakat Tentang Pentingnya Otoritas Danau Toba
SIB/Horas Pasaribu
Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi foto bersama Pengurus Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Sumut usai audiensi, Senin (3/10) di Lantai 9 Kantor Gubsu.
Medan (SIB)- Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi mengatakan, pemerintah sangat membutuhkan pemikiran-pemikiran membangun dari para intelegensia Kristen Indonesia, apalagi pembangunan sekarang fokus ke Danau Toba. Tidak hanya pemerintah yang membangun Danau Toba, tapi masyarakat, lembaga-lembaga seperti Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI). Karena tentang lingkungan hidup harus banyak dilakukan seminar agar masyarakat kawasan Danau Toba lebih mengerti.

Hal itu ditegaskannya di hadapan para Pengurus PIKI Sumut yang datang beraudiensi kepada Gubsu, Senin (3/10) di Kantor Gubsu. "Apalagi yang berbicara orang-orang dari kampung halaman yang sukses di perantauan, tentu nasihat lewat seminar akan lebih didengar masyarakat, misalnya seperti limbah supaya jangan dibuang ke Danau Toba," terangnya.

Perbedaan pendapat tentang Otoritas Danau Toba kata Gubsu itu sah-sah saja, tapi   jangan sampai memburuk-burukkan program pemerintah tersebut. Karena kesempatan ini (Otoritas Danau Toba) hanya sekali saja, kalau tidak dimanfaatkan dengan baik maka anggaran tersebut bisa lepas dan "terbang" ke propinsi lain. "Di sinilah peran PIKI dalam melakukan penyadaran kepada masyarakat di kawasan Danau Toba kalau Otorita Danau Toba akan mensejahterakan masyarakat  juga," ucap Gubsu.

Kabupaten di kawasan Danau Toba kata Gubsu juga harus memiliki spesialisasi agar sama-sama menikmati hasilnya. Taput misalnya harus jadi kawasan wisata religi (rohani), Samosir sebagai asal orang Batak harus jadi wisata alam dan budaya, Karo wisata  agro dan begitu juga daerah lainnya harus membuat spesialisasi daerah masing-masing. "Semua harus punya ciri khas, One Region, One Specific, agar tidak ada persaingan, tapi berkompetisi dengan sehat," tuturnya.

Kepada para intelektual Kristen, Gubsu juga berharap agar pelaku wisata diberi pencerahan dan pembelajaran betapa pentingnya standar yang layak dalam suatu daerah wisata. Misalnya di restoran harus bersih, dapur dan toiletnya, begitu juga penginapan. Standar tidak harus mewah, tapi memenuhi unsur kenyamanan dan kesehatan, serta kualitas terjaga.

"Yang bisa menyampaikan itu adalah para intelektual seperti PIKI, harapan Pemprovsu PIKI ikut hadir dalam menyongsong Otorita Danau Toba ini, pemikiran yang ilmiah dan mendidik dari para intelegensia Kristen pasti bisa diterima masyarakat," imbuhnya.

Para pengurus PIKI Sumut datang kepada Gubsu melaporkan bahwa organisasi ini akan melaksanakan Konferda, Sabtu (22/10) di Hotel Danau Toba Internasional, mereka mengharapkan kehadiran Gubsu untuk membuka Konferda tersebut. Audiensi  dipimpin Ketua Umum Nelson Parapat SH didampingi Dr Edward Simanjuntak, St Drs Gandhi Tambunan MM,  Jhon Eron Lumbangaol SE, St Drs Burhanuddin Rajagukguk (Ketua Panitia Konferda), Jadi Pane SPd (Sekretaris), Drs Bukit Tambunan MAP (Pj Bupati Tapteng), SB Sitompul, Dr Binsar Situmorang, Ir Ronald Naibaho MSi dan Victor Silaen SE MM. (A10/f)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru