Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

13 Praktisi Hukum Lulus Seleksi dan Perkuat PBHI Sumut 2016-2020

- Kamis, 06 Oktober 2016 15:15 WIB
402 view
13 Praktisi Hukum Lulus Seleksi dan Perkuat PBHI Sumut 2016-2020
Medan (SIB) -Sebanyak 13 praktisi hukum dari kalangan advokat senior dan junior di Sumut dinyatakan lulus seleksi untuk bergabung memperkuat barisan Pusat Bantuan Hukum dan Hak-hak Asasi Indonesia (PBHI) Wilayah Provinsi Sumut, dalam kepengurusan periode 2016-2020.

Mereka adalah: Adiguna Prawira Lubis SH, Siska Elisabeth Barimbing SH, Ridho Pandiangan SH, Roy Marsen Simarmata SH, Jhomni Friends Gultom SH, Sorta Herawaty Hutasoit SH SPd, Heru SH, Hendra Manullang SH, Tetty Siregar SH, Yessica Sola Gratia Galingging SH, Thomas Jeferson Tarigan SH, Musliadi SH dan Ramli Tambunan SH.

"Para praktisi hukum anggota baru PBHI Sumut ini merupakan aktifis atau advokat yang selama ini aktif dalam gerakan dan kegiatan yang berkaitan dengan misi penegakan hukum di bidang hak-hak asasi manusia (HAM), advokasi anak dan perempuan serta masalah lingkungan hidup. Sebelumnya, mereka ini (13 orang) merupakan kandidat nominasi dalam musyawarah wilayah (Muswil) PBHI Sumut belum lama ini," ujar Parlin Manihuruk dan Richard Sidabutar SH selaku penasehat PBHI Sumut, kepada pers di Medan, Selasa (4/10).

Bersama rekannya Poltak Galingging SH selaku senioren dan sesepuh PBHI Sumut, mereka mengutarakan hal itu dalam forum silaturahmi pengurus di aula Kenanga Island, Restoran Kenanga Indonesia (RKI) Selayang, Medan.

Hadir juga Ketua PBHI Sumut Joyce Novelin Hutagaol bersama Maruli Purba SH dan Suwardi SH selaku ketua dan sekretaris pimpinan sidang penetapan anggota baru PBHI Sumut, sembari menunjukkan surat penetapan dan pengangkatan ke-13 pengacara baru tersebut.

"Salah satu program PBHI Sumut adalah menyikapi terbitnya Perpres No.49 tentang Otorita Danau Toba, dengan agenda monitoring rencana dan pelaksanaan pembangunan kawasan Danau Toba dengan kebijakan otorita tersebut. Misalnya akan mendukung rencana pemerintah pusat, untuk gerakan pembersihan perairan Danau Toba, juga mendukung pelaksanaan otorita dengan pelibatan seluruh elemen masyarakat se-kawasan Danau Toba untuk pengembangan potensi budaya, destinasi wisata, produksi seni dan kearifan lokal, produksi pertanian (agrobisnis), dan sebagainya," ujar Poltak. (A04/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru