Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Penyakit Ginjal di Indonesia Diakibatkan 35 Persen Hipertensi dan 25 Persen Diabetes

- Kamis, 06 Oktober 2016 15:15 WIB
515 view
Penyakit Ginjal di Indonesia Diakibatkan 35 Persen Hipertensi dan 25 Persen Diabetes
Medan (SIB) -Penyakit ginjal sampai sekarang ini masih menjadi sorotan penting di dunia termasuk di Indonesia. Sebab, setiap tahunnya jumlah pengidap penyakit ini kian bertambah. Demikian juga, setiap tahun orang yang cuci darah akibat gagal ginjal di seluruh dunia termasuk di Indonesia selalu bertambah. Sekarang ini sekitar 30 ribu orang melakukan cuci darah, bahkan masih ada pengidap penyakit ginjal itu, belum bisa menjangkau pelayanan.

Hal itu dikatakan Kordinator Wilayah Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Sumut dan Aceh, Prof Dr Harun Rasyid Lubis SpPD KGH didampingi Ketua Panitia dan Sekretaris Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional (Pitnas) dan Konferensi Kerja (Konker) Pernefri 2016, Dr Syafrizal Nasution SpPD-KGH dan dr Alwi Thamrin Nasution SpPD-KGH kepada wartawan di RSUD Dr Pirngadi Medan, Rabu (5/10).

Dijelaskannya, melalui penelitian Pernefri, 50 persen dari pengisi ruang cuci darah penyakit ginjal diakibatkan diabetes dan 27 persen diakibatkan hipertensi.
Sedangkan di Indonesia, secara total 35 persen diakibatkan hipertensi dan 25 persen diakibatkan diabetes. Selebihnya terjadi akibat lainnya, seperti penyakit peradangan ginjal dan karena makan obat sembarangan.

Harun Rasyid menuturkan, pihaknya sudah mengantisipasi masalah ginjal di seluruh Indonesia. Pengembangan pelayanan ginjal pun terus dilakukan hingga ke pelosok. "Di Sumut dan Aceh sekitar 50-an kita buka pelayanan, bahkan di rumah sakit swasta, di Medan sudah 25 rumah sakit menyediakan pelayanan cuci darah," terangnya.

Selain itu, Pernefri juga menyarankan kepada masyarakat agar menjaga pola makan, khususnya makanan cepat saji. Sebab, melalui data, mengonsumsi makanan cepat saji mengakibatkan rentan terkena diabetes.

"Karena memang perkiraan pengidap penyakit ini bisa semakin bertambah, Indonesia menjadi salah satu negara expansi pasar fast food itu. Makanya, baik itu dari pola makanan, maupun olahraga harus benar-benar dijaga," ucapnya.

Pada kesempatan ini dikatakan, Pernefri kembali menggelar pertemuan ilmiah tahunan dan konfrensi kerja Pernefri 2016. Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 6 - 9 Oktober 2016 di Hotel JW Marriot Medan.

Pada acara pertemuan ilmiah, dari total 13 korwil, Pernefri Medan memasang target peserta sampai 1300 orang dari internal Pernefri, dan 1000 orang dari perawat. "Kita berharap, masyarakat menjaga ginjalnya. Masyarakat harus selalu diingatkan kembali untuk menjaga ginjal. Terutama kepada masyarakat yang punya risiko tinggi," pungkasnya. (A18/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru