Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Harga Jengkol Mencapai Rp 38.000 per Kg

- Kamis, 06 Oktober 2016 15:29 WIB
408 view
Harga Jengkol Mencapai Rp 38.000 per Kg
Medan (SIB) -Harga jengkol sudah sejak lama mahal atau saat memasuki bulan puasa tahun ini di atas Rp 30.000 per Kg. Rabu kemarin untuk ukuran besar harganya Rp 38.000 per Kg.

Komoditas yang banyak dimakan sebagai lalapan ataupun direndang ini sudah sejak lama menjadi pelengkap menu mewah di restoran.

Akibat mahalnya harga jengkol  membuat stok yang dijual pedagang  di pasar-pasar tradisional di Medan semakin menipis. "Kalau stok banyak nanti tidak laku pula.Jadi stok yang ada untuk konsumsi konsumen pemilik restoran,ujar Herman di Pusat Pasar Medan, Rabu siang (5/10).

Menurutnya, pelanggan tetapnya selalu memesan untuk gulai jengkol dicampur dengan sayur gori dan rendang.

Herman menyebutkan, saat harga jengkol masih murah di bawah Rp 15.000 per kg, pelanggannya bervariasi selain pemilik restoran juga warung nasi, pedagang pecal sebagai kelengkapan menu jualnya dimana jengkol ini  direndang  seperti tusuk sate . Juga banyak   dijajakan anak-anak remaja   dengan menggunakan talam atau tampah..

Mereka kurang tahu  penyebab berkurangnya stok yang dibeli dari distributor jengkol.

Distributor sebagai pemasok jengkol  menjatah stok jengkol yang dijual. Jadi berapa yang dijatah terpaksa diterima, ujar Firman salah seorang pedagang jengkol lainnya di Pusat Pasar .

Katanya, sebelum harga jengkol mahal, dia bisa menjual  tiga goni untuk melayani pelanggan.  Karena harga mahal  banyak pelanggannya mengurangi stok pembelian,  sebab jengkol bukan suatu kebutuhan vital seperti cabai merah dan bawah merah yang setiap hari harus ada atau kebutuhan pokok untuk pengolahan menu makanan.   " Stok yang  saya jual per hari 1 goni," ujarnya.

Tanaman tua

Sementara itu data dari Dinas Pertanian Sumut mengatakan, jengkol merupakan tanaman tua yang tidak dibudidayakan. Sehingga buahnya hanya dari tanaman yang ada

Sentra tanaman jengkol  yakni di Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Simalungun, Deli Serdang, Paluta dan Kabupaten Humbahas  dengan produksi 2.563 ton di  areal panen seluas 170,3 hektar pada posisi angka sementara (Asem ) tahun 2012.(A2/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru