Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026
Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Konferensi Kerja Perhimpunan Nefrologi Indonesia di Medan

Prof Harun Lubis Dapat Penghargaan Sebagai Bapak Ginjal dari Wali Kota Medan

- Sabtu, 08 Oktober 2016 10:30 WIB
306 view
Prof Harun Lubis Dapat Penghargaan Sebagai Bapak Ginjal dari Wali Kota Medan
SIB/Dok
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin memberikan penghargaan kepada Prof dr Harun Rasyid Lubis, SpPD-KGH sebagai Bapak Ginjal Kota Medan dalam PIT-Konker Pernefri 2016 di Hotel JW Marriot Medan, Jumat (7/10).
Medan (SIB) -Wali Kota Medan Dzulmi Eldin memberikan penghargaan kepada Prof dr Harun Rasyid Lubis, SpPD-KGH sebagai Bapak Ginjal Kota Medan.
Penghargaan ini diberikan langsung Dzulmi Eldin kepada Harun Rasyid pada Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Konferensi Kerja Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PIT-Konker Pernefri 2016) di Hotel JW Marriot Medan, Jumat (7/10).

Penghargaan tersebut diberikan mengingat Harun Rasyid sudah cukup lama berdedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik bidang dialisis di Medan. Bahkan ia turut memperjuangkan fasilitas hemodialisis hadir di Medan.

"Beliau bukan dokter baru, tetapi sudah lama. Bahkan beliau lah yang mendirikan pelayanan dialisis yang menangani pasien ginjal di Sumut, khususnya di Medan. Maka sudah seharusnya kita memberikan penghargaan sebagai Bapak Ginjal Kota Medan," katanya.

Mendapatkan penghargaan sebagai Bapak Ginjal Kota Medan, Harun Rasyid mengakui merasa tersanjung. Selama ini Harun merasa sejak dulu bekerja di bidang dialisis atau ginjal merupakan panggilan jiwanya. Karena itu lah, dia tidak pernah lelah dalam mengembangkan dialisis di Sumut-Aceh.

"Dari dulu saya bekerja dengan ikhlas tidak mengharapkan apa. Cuma mengharapkan suport dan bantuan sarana dan prasarana dalam mengembangkan pelayanan dialisis, Pemko Medan memberikan penghargaan ini, tentu saya ucapkan terima kasih," ujarnya.

Namun, menurutnya yang paling bahagia dengan penghargaan tersebut adalah perawatnya yang selama ini setia mendampinginya dalam menangani pasien.
Karena selama ini keberhasilannya dalam penanganan pasien juga tidak lepas dari peran serta para perawat.

Dalam kesempatan tersebut, Harun Rasyid menceritakan bahwa pelayanan hemodialisis di Medan hadir sejak 40 tahun lalu di RSUD dr Pirngadi Medan. Harun Rasyid masih ingat betul saat itu mesin yang digunakan dalam hemodialisis pemberian langsung dari Siti Hartiah atau yang akrab dipanggil Ibu Tien.

"Waktu itu saya kebetulan baru pulang dari Belanda menuntut ilmu tentang ginjal dan dialisis. Saya masih ingat pasien pertama saya orang Karo bermarga Sembiring, pasien saya ini mendapat perawatan di Rumkit tapi dirujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan," ungkapnya.

Sebelumnya, Harun mengakui banyak penderita ginjal tidak bisa berobat karena kurangnya fasilitas kesehatan. "Bahkan ada kawan saya kuliah dulu bernama RS Siagian, meninggal karena penyakit ginjal. Saat itu tidak ada memang hemodialisis," kenangnya.

Namun, seiring perkembangan zaman hemodialisis sudah mulai memadai. Khususnya di Sumut-Aceh sudah ada sekitar 50 an. Namun masih dominan di inti kota khususnya di Medan sudah mencapai 25. Karena itu, masih banyak pelayanan kesehatan di daerah belum memiliki hemodialisis, seperti di Madina.

Harun menyampaikan, sangat penting diinformasikan kepada masyarakat untuk menjaga ginjalnya dengan baik. "Saban tahun setiap Maret kita memperingati hari ginjal. Di sinilah kita mengajak masyarakat untuk menjaga ginjalnya dengan baik," katanya mengakhiri. (A18/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru