Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026
Sejumlah Pelaku UKM di Sumut Terima Penghargaan Sidha Karya

Gubsu: Persaingan Bisnis Bukan Halangan bagi Pelaku UKM

- Sabtu, 08 Oktober 2016 12:37 WIB
362 view
Gubsu: Persaingan Bisnis Bukan Halangan bagi Pelaku UKM
SIB/Dok
FOTO BERSAMA : Gubsu HT Erry Nuradi didampingi Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin dan Ketua Panitia Penghargaan Sidha Karya Provinsi Sumut, Bukit Tambunan foto bersama dengan para pelaku UKM penerima penghargaan Sidha Karya di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darus
Medan (SIB) -Sejumlah pelaku UKM di Sumut menerima penghargaan Sidha Karya Provinsi Sumut dari Gubsu HT Erry Nuradi, disaksikan Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hestiadi Hariyani, Ketua Panitia Penghargaan Sidha Karya Provinsi Sumut Bukit Tambunan, Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin dan pejabat lainnya di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam, Medan, Kamis (6/10).

Gubsu menyatakan, persaingan di bisnis UKM bukanlah halangan bagi pelaku UKM, melainkan menjadi tantangan untuk memenangkan persaingan itu. "Soalnya, bisnis tanpa persaingan akan membuat kita tidak mau berkreasi dan membuat kita terlena. Makanya, jadikan persaingan ini sebagai tantangan agar kita selalu berfikir untuk berkarya, menciptakan produk baru dan meningkatkan produktivitas," katanya.

Ketua Panitia penghargaan Sidha Karya Provinsi Sumut Bukit Tambunan mengungkapkan, empat pelaku UKM dari Medan terpilih menerima penghargaan tersebut, mengalahkan 30 pelaku UKM lainnya yang masuk nominasi penghargaan Sidha Karya.

Dalam acara itu, enam pelaku UKM terdiri dari usaha kecil dan menengah menerima penghargaan Sidha Karya yakni 3 pelaku UKM kategori usah kecil seperti Jumbo Jaya dengan produk ikan saleh dari Serdangbedagai, UD Hesty dengan produk konveksi dari Medan dan Ima Brownies dengan produk brownies dari Medan.

Sedangkan pelaku UKM kategori usaha menengah yakni Pertenunan Ulos Sianipar dengan produk ulos dari Medan, PT Ocean Centra Furnindo dengan produk springbed dari Binjai dan Naswa Bakri dengan produk roti dari Medan. "Aspek penilaiannya dari segi kepemimpinan perusahaan, perencanaan yang strategis, SDM, tingkat pelanggan dan pasar, manajemen dan analisis serta hasil usaha," jelasnya.

Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hestiadi Hariyani mengungkapkan penghargaan Sidha Karya merupakan program dari Kementrans yang baru dimulai di tahun 2016. Tujuannya memacu kreatifitas dan produktivitas para pelaku UKM. "Melalui penghargaan Sidha Karya ini, kita juga mendorong pemerintah daerah untuk berperan memberikan dorongan kepada pelaku UKM baik kecil dan menengah agar selalu berkreasi menciptakan karya baru dan meningkatkan produktivitasnya," paparnya.

Hestiadi menambahkan produktivitas pelaku UKM harus menjadi gerakan nasional agar dapat meningkatkan daya saing, sehingga pelaku UKM di Indonesia dapat menjadi penguasa di negerinya sendiri. "Sebagai gerakan nasional, peningkatan produktifitas harus efektif dan efesien. Ini menjadi tantangan kita bersama untuk menjadi penguasa di negeri sendiri," katanya.

Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin mengatakan dengan diterimanya penghargaan tersebut akan lebih mendorong para pelaku UKM di Medan untuk lebih berkreasi dan meningkatkan produktivitasnya. Untuk meningkatkan produktivitas itu, para pelaku UKM harus mampu mengetahui produk apa yang digemari masyarakat," paparnya.

Dia menambahkan dengan bertambahnya produktivitas pelaku UKM tersebut, maka akan turut meningkatkan ekonomi kerakyatan dari pelaku UKM. Untuk itu, Pemko Medan akan terus mendorong para pelaku UKM untuk mempertahankan penghargaan Sidha Karya ini hingga ke tingkat nasional. "Insya Allah akan kita pertahankan sampai tingkat nasional. Kita akan terus membina pelaku UKM ini agar bisa mempertahankan dan meningkatkan produktivitasnya," pungkasnya. (A12/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru