Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Bishop Darwis Manurung Letakkan Batu Penjuru Gedung Pastori GMI Immanuel Simalingkar

* Dirangkai dengan Pelantikan Majelis Periode 2016-2018
- Senin, 10 Oktober 2016 16:08 WIB
805 view
Bishop Darwis Manurung Letakkan Batu Penjuru Gedung Pastori GMI Immanuel Simalingkar
SIB/Wilfred Manullang
FOTO BERSAMA : Bishop Darwis Manurung STh MPSi, DS Pdt Guntur Ginting STh. dan Pdt Japoran Saragih STh berfoto bersama majelis GMI Immanuel Simalingkar periode 2016-2018, Minggu (9/10).
Medan (SIB) -Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Darwis Manurung STh MPSi meletakkan batu penjuru pembangunan gedung pastori yang dirangkai dengan pelantikan majelis GMI Immanuel Simalingkar periode 2016-2018, Minggu (9/10). Peletakan batu penjuru diawali kebaktian yang dihadiri seluruh jemaat dan kemudian dilanjutkan dengan pesta penggalangan dana.

Turut mendampingi bishop antara lain, pimpinan distrik 2 GMI Wilayah 1 DS Pdt Guntur Ginting STh MPSi, pimpinan perguruan PKMI 1 Medan Pdt Samidi Sitorus STh MPsi mewakili undangan, pimpinan jemaat GMI Immanuel Simalingkar Pdt Japorman Saragih STh, mewakili majelis Lay Leader Ls Drs H Hutagaol, ketua pembangunan CLs Drs H Rumapea MKom, mantan ketua pembangunan Ls Th Maduwu SE serta J Harianja mewakili jemaat.

Ketua panitia pembangunan H Rumapea mengatakan keputusan membangun gedung pastori dilaksanakan setelah majelis gereja sepakat membentuk kembali panitia pembangunan. Sebelumnya majelis telah membentuk panitia pembangunan yang diketuai Ls Th Maduwu SE namun tidak berjalan sesuai harapan. 
"Dengan mengandalkan firman Tuhan, pembangunan pasti terwujud," sebutnya sembari mengharapkan jemaat dan undangan dapat berpartisipasi.

Bishop Darwis Manurung mengatakan membangun bukan hanya menyusun material tetapi harus menjadi simbol untuk kemuliaan Tuhan. Pembangunan gedung pastori juga harus sesuai dengan titah Tuhan. Dalam khotbahnya dari Lukas17 ayat 11-17 , bishop mengatakan saat ini banyak manusia yang lupa mengucapkan syukur atas berkat yang diterimanya. Mereka lupa untuk berterima kasih kepada Allah yang memberi mereka kehidupan. "Sama seperti ketika Yesus menyembuhkan 10 orang kusta, hanya seorang saja yang kembali kepada Yesus untuk mengucap syukur," ujarnya.

Dan itu bukanlah orang Yahudi namun orang Samaria yang selama ini disebut sebagai orang najis. Orang Samaria yang telah disembuhkan ini kembali untuk menemui Yesus. Orang Samaria ini bukan hanya mengalami kesembuhan namun juga telah diselamatkan karena bersyukur telah disembuhkan. "Orang yang diselamatkan adalah mereka yang mengucapkan syukur kepada Tuhan," katanya.

Karena itu panitia pembangunan maupun jemaat GMI Immanuel Simalingkar diminta jangan merasa telah hebat karena kita tidak ada apa-apanya di mata Tuhan, pintanya. "Perlihatkanlah rasa syukur dengan terlibat dalam pembangunan," ujarnya. 

Kebaktian kemudian dilanjutkan dengan pelantikan majelis oleh DS Pdt Guntur Ginting STh. Pdt Japoran Saragih menjelaskan majelis periode 2016-2018 merupakan hasil dari keputusan konferensi jemaat  Agustus silam.

Susunan kemajelisan baru GMI Immanuel Simalingkar adalah Ls Drs H Hutagaol (Lay Leader), CLs Robert Simanjuntak (sekretaris), Ls M Simanjuntak (bendahara), Ls J Saragih (Komisi Penatalayanan dan Keuangan), Ls S Siregar (Komisi Evangelisasi dan Keanggotaan), Ls B Manurung (Komisi Misi), CLs J Manurung (Komisi Diakoni Sosial), Ls JP Marpaung (Komisi PAK), A Purba (Panitia PHB), Ls B Marbun (Panitia Kebaktian),  Ls Th Maduwu (Panitia Penghubung) dan Ny Sitorus sebagai ketua Sekolah Minggu beserta masing-masing anggotanya. (R16/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru