Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

BPS Sumut: Indeks Keparahan Kemiskinan Selama Maret - September 2016 Cenderung Meningkat

- Kamis, 05 Januari 2017 10:16 WIB
137 view
Medan(SIB) -Kepala Bidang Statistik Sosial  Badan Pusat Statitistik (BPS) Sumut, Ramlan mengatakan, hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) yang dilaksanakan bulan September 2016 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 1.452.550 orang atau sebesar 10,27% terhadap jumlah total penduduk.

Kondisi ini memerlihatkan bahwa jumlah dan persentase penduduk miskin di Sumatera Utara masih belum ada perubahan yang signifikan dimana kondisi Maret 2016 jumlah penduduk miskinnya sebanyak 1.455.950 orang atau sebesar 10,35 persen,ujar Ramlam dalam temu pers awal bulan di Kantor BPS Jalan Asrama Medan, Selasa(3/1). Ia didampingi Kabid Statistik dan Distribusi Bismark Sitinjak.

Ia mengatakan,hanya ada penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 3.400 orang dengan penurunan persentase penduduk miskin sebesar 0,08 %.

Menurutnya, jumlah penduduk miskin Sumatera Utara yang berada di daerah perkotaan pada September 2016 sebanyak 690.340 orang dan di daerah pedesaan sebanyak 762.210 orang. Jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal pada masing-masing daerah tersebut, maka persentase penduduk miskin di daerah perkotaan sebesar 9,69 %, sedangkan di daerah pedesaan sebesar 10,86 %. "Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret - September diduga berkaitan dengan  sejumlah faktor,'ungkap Ramlan.

Ia menjelaskan, persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar jumlah dan persentase penduduk miskin.Namun dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan tersebut.

Selain harus mampu memerkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan yang menyangkut kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan  itu sendiri. "Pada periode Maret - September 2016, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan menunjukkan kecenderungan meningkat,"tuturnya.

Ia merinci, indeks kedalaman kemiskinan naik dari 1,770 pada Maret 2016 menjadi 1,957 pada bulan September 2016. Demikian pula indeks keparahan kemiskinan naik dari 0,495 menjadi 0,559 pada periode yang sama.

Peningkatan nilai kedua indeks ini katanya  mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin menjauhi garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin melebar. "Pada September 2016, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan," tandasnya.

Dia menambahkan, pada September 2016 garis kemiskinan secara total sebesar Rp 401.832 per kapita per bulan. Sedangkan untuk daerah perkotaan garis kemiskinan sebesar Rp 413. 835 dan untuk daerah pedesaan sebesar Rp 388.707 per kapita per bulan. (A2/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru