Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Antisipasi Hoax, GBKP Gelar Diskusi- Mitigasi Gempa Bumi di GBKP Barus

* Hari ini Pemaparan Mitigasi Berlanjut di GBKP Bandarbaru
- Rabu, 01 Maret 2017 14:32 WIB
665 view
Antisipasi Hoax, GBKP Gelar Diskusi- Mitigasi Gempa Bumi di GBKP Barus
SIB/Ads Franse Sihombing
MITIGASI GBKP : Peserta diskusih dan Mitigasi Gempa bumi Karo dari kalangan Pendeta,Pertua dan Diaken se GBKP klasis Barus Sibayak tampak foto bersama dengan pakar geologi Jonantan Ikuten Tarigan dan Ketua Klasis Pdt Masada Sinukaban Msi (tegah depan).
Medan (SIB) -Terjadinya gempa bumi yang berulang di Sumatera Utara (Medan, Deliserdang dan Karo) baru-baru ini, secara geologis disebabkan gerakan balik dari bumi pasca gempa bumi Aceh pada taun 2004 silam, yang telah menyebabkan semacam robekan (rupture) bumi hingga sepanjang 1.300 kilo meter di sepanjang  Sumatera.

Pakar geologi dari Dewan Pakar Geologi Indonesia (DPGI) Ir Jonathan Ikuten Tarigan menyebutkan gempa bumi yang melanda Tanah Karo dan Deliserdang bukan disebabkan  dampak letusan Gunung Sinabung yang tingkat kekuatan letusannya hanya 2 VEI (rendah) sehingga tidak memiliki kemampuan melepaskan gempa bumi berkekuatan 5 atau 6 SR.

"Fakta lain yang menunjukkan gempa bumi baru-baru ini bukan disebabkan letusan Sinabung adalah fakta bumi yang robek (merigat, koyak atau  rupture) di Desa Kebayaken Kecamatan Namanteran, sebagai bukti gempa yang terjadi adalah tektonik, bukan gempa vulkanik," ujar Jonathan Tarigan di Tanah Karo, Sabtu (25/2).
Dia mencetuskan hal itu di hadapan peserta diskusi bertajuk Memahami Gempa Bumi Karo, di aula GBKP Tanjungbarus Kecamatan Barusjahe yang diikuti 80-an peserta dari kalangan pendeta, pertua, diaken dan moria (delegasi kaum ibu) se-Klasis GBKP Barus-Sibayak.

Hadir di acara itu Ketua Klasis GBKP Barus Sibayak Pdt Masada Sinukaban MSi, tokoh masyarakat setempat Pertua Edison Bangun, Sekteraris Klasis Pdt Eben Ezer Karosekali, Pdt Zakaria Purba, Pt Lisma br Depari, Pt Thomas Sembiring, Pdt Philipus Bukit, Pt Ernawaty br Tarigan, dan segenap pengurus Badan Pemberdayaan Majelis Runggun (BPMR) Klasis Barus Sibayak dari 14 runggun gereja GBKP Klasis Barus Sibayak dari seluruh desa meliputi Doulukuta, Tigajumpa, Dolatrayat, Bertahkenjulu, Ujungbandar, Ujungsampun, Bukit, Dekasar, Basam, Semangatgunung, Melas, , Sukajulu, Sukanalu, Siberteng, Kubucolia, Kabung dan dari Tanjungbarus sendiri. 

"Pertemuan diskusi  ini sekaligus untuk memahami potensi dan karakter bumi Karo yang secara geologis memang rawan gempa. Sehingga, rasionalisasi tentang gempa bumi untuk membangun kewaspadaan dalam hubungan langsung setiap individu dengan sang pencipta alam semesta raya ini tetap lebih penting. Tuhan akan menggaransi damai sejahtera bagi setiap pribadi yang akrab denganNya dan bagi mereka yang "nipati FirmanNya suari berngi", karena akan ada rhema baginya yaitu Firman yang  disuarakan Roh Kudus di dalam hatinya yang mengungkapkan hal kudus dan misteri proses dan kejadian untuk disikapi secara berhikmat. Ini sekaligus mengantisipasi banyaknya berita-berita hoax pasca terjadinya gempa," ujar Pdt Masada Sinukaban, yang mendukung paparan Jonathan tentang relevansi bencana dengan aspek rohani umat manusia.

Mereka juga menegaskan langkah mitigasi, khusus atas pertanyaan  publik yang muncul pasca bencana gempa bumi Tanah Karo tentang:  Benarkah akan ada gempa dahsyat melanda Tanah Karo, mengapa akhir-akhir ini gempa bumi sering terjadi,  apakah gempa bumi dipicu  Gunung Sinabung atau Gunung Sibayak dan apakah kejadian gempa bumi akhir ini dan letusan Gunung Sinabung yang berkepanjangan sebagai pertanda akan meletusnya  supervolcano Toba?

"Jawabannya adalah, harus dilihat dulu kerangka tektonik yang melingkari Sumut/Sumatera. Tektonik adalah tentang pergerakan kulit bumi. Tektonik menciptakan pengumpulan/penghimpunan energi dalam kerak bumi. Gempa bumi adalah pelepasan energi dalam wujud gelombang yang mengguncang bumi. Sumber tekanan terhadap Sumatera/Sumut datang dari tiga arah. Pertama dari selatan, tekanan/desakan   lempeng  Samudera India terhadap Sumut memunculkan sumber gempa jalur megathrust Nias. Kedua dari arah utara sebagai muara dari sistem tekanan dari tektonik ekstrusi mikro kontinen India terhadap Asia. Tektonik ekstrusi yang bergerak searah putaran jam dan memunculkan patahan-patahan di pantai timur Sumbagut yang berpola seperti mistar hitung (slide rule tectonic). Ketiga dari arah barat laut, dari Anambas ada  tektonik 'spreading" yang menekan Sumbagut dari barat laut yang dapat memengaruhi patahan Sumatera," papar Jonathan sembari menunjukkan fakta berupa data seismik dan geologis dari rekaman badan geologi dunia, USGS dan sebagainya.

Sementara itu, acara  paparan dan diskusi Pemahaman Gempa Bumi Karo untuk Mitigasi Mandiri bagi kalangan jemaat gereja se-GBKP, hari ini (Rabu 1/3) berlanjut di GBKP Bandarbaru, yang akan dihadiri 40-an peserta dari kalangan pendeta, pertua, diaken GBKP setempat, plus 30-an tokoh jemaat wanita (Moria) setempat.

"Program mitigasi untuk pemahaman model bencana dan langkah menghadapi  risiko bencana ini, akan dilakukan secara rutin ke semua gereja atau jemaat se-jajaran GBKP, khususnya di jajaran GBKP Klasis Barus-Sibayak. Materi paparannya sama, tapi pemahamannya agak spesifik Sibolangit atau Bandarbaru dan Semangatgunung sekitarnya termasuk kawasan lintas patahan gempa, sehingga perlu pengetahuan dan kemampuan taktis sebagai insan yang tanggap dan siaga bencana gempa," ujar Pdt Masada Sinukaban kepada SIB, Rabu (1/3).

Selain Jonathan Tarigan, paparan di GBKP Bandarbaru ini juga dijadwalkan akan dihadiri pakar geologi kegempaan dari Bandung danpemerhati sosial Karo Robinson Sitepu dari GBKP Pasar Minggu Jakarta. (A04/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru