Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026
Sosialisasi Melawan Narkoba dan Anti Kekerasan di ATKP Medan

Kepala BNNP Sumut : Masyarakat Enggan Laporkan Peredaran Narkoba Karena Takut Jadi Saksi

- Selasa, 07 Maret 2017 12:13 WIB
360 view
Kepala BNNP Sumut : Masyarakat Enggan Laporkan Peredaran Narkoba Karena Takut Jadi Saksi
SIB/Dok
TANDATANGANI MOU : Kepala BNNP Sumut Brigjend Pol Andi Loedianto dan Direktur ATKP Medan Rajokki Aritonang menandatangani MoU kerjasama pemeriksaan Narkoba dalam sosialisasi melawan narkoba dan anti kekerasan di Medan, Senin (6/3).
Medan (SIB)- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, Brigjend Pol Andi Loedianto, mengatakan, masyarakat masih enggan melaporkan adanya peredaran Narkoba di lingkungannya karena takut dijadikan saksi di persidangan. Akibatnya, laporan peredaran Narkoba dari masyarakat sangat minim.
Hal itu dikatakannya di hadapan ratusan taruna-taruni Akademi Teknik Keselamatan dan Penerbangan (ATKP) Medan, saat menyosialisasikan melawan Narkoba dan anti kekerasan, di kampus tersebut, Senin (6/3).

"Ada pola pikir masyarakat yang enggan melapor karena takut dijadikan saksi. Seperti di Kampung Kubur, awalnya masyarakatnya tidak mau melaporkan. Sehingga  di sana dibiarkan menjadi sarang dan tempat peredaran Narkoba," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat harus bersama-sama melawan dan melaporkan untuk mencegah peredaran Narkoba. Berbagai upaya pun dilakukan untuk meminimalisir seperti proses hukum serta sosialisasi. "Kita selesaikan bersama melalui pencegahan. Seperti sosialisasi dan tes urine di lembaga atau instansi terkait. Karena Narkoba sudah menjadi kejahatan yang luar biasa dan terorganisir," katanya.

Dia mengatakan, dalam kurun waktu dua bulan tahun ini, pihaknya sudah mencegah peredaran Narkoba dengan menyita hampir 200 kilogram sabu-sabu di Sumatera Utara. Saat ini, lanjutnya, memang yang diberantas pengedar dan bandar Narkoba dan belum pengonsumsinya.

"Barang itu (Narkoba)akan tetap ada karena masih ada yang beli yakni masyarakat, sehingga  BNN sangat memprioritaskan dan mendukung pencegahan Narkoba," katanya.

Direktur ATKP Medan, Rajokki Aritonang menambahkan, pihaknya ingin menciptakan kampus bebas Narkoba dan kekerasan dengan melakukan berbagai upaya pencegahan seperti pemeriksaan urine seluruh civitas akademik. Apabila ditemukan ada menggunakan barang haram itu, maka akan ditindak tegas sesuai  hukum yang berlaku.

Tak hanya itu, katanya, untuk menghindari kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus, pihaknya bekerjasama dengan berbagai pihak seperi TNI Lanud, kepolisian dalam hal mendidik dan mengasuh taruna-taruni.

"ATKP terus berupaya mencegah, apalagi saat ini ATKP menuju perubahan menjadi Politeknik Penerbangan Sumatera Utara," jelasnya.

Ketua Dharma Wanita Kementerian Perhubungan, Andajani Setiasih mewakili ibu asuh taruna-taruni, Endang Budi Karya Sumadi yang hadir dalam kegiatan itu, memaparkan Narkoba dan kekerasan harus serius ditangani. Pasalnya, penyalahgunaan Narkoba semakin meningkat yang menyebabkan perilaku-perilaku menyimpang para generasi penerus bangsa.

"Jika ini tidak dicegah maka generasi tangguh dan cerdas hanya tinggal kenangan. Narkoba merupakan ancaman dan kejahatan nyata yang harus ditangani serius," katanya. (R19/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru