Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Dinkes Medan Minta Pengelola Mall Berlakukan KTR

- Rabu, 08 Maret 2017 12:03 WIB
308 view
Medan (SIB)- Dinas Kesehatan Kota Medan meminta pengelola mall yang ada di Kota Medan membentuk tim guna melakukan pengawasan internal pada tempat dan/atau lokasi yang menjadi tanggung-jawabnya dan  melarang semua orang merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Jangan menyediakan asbak atau sejenisnya. Memasang tanda-tanda larangan merokok. Dilarang mempromosikan, mengiklankan, menjual dan membeli rokok di KTR, kecuali di tempat khusus merokok yang disediakan pengelola," kata Kepala Dinas Kesehatan Medan drg Usma Polita Nasution, saat menyosialisasikan Perda No 3 tahun 2014 tentang KTR di Mall Center Point Medan, Selasa (7/3).

Pada kesempatan itu juga, Usma Polita mengingatkan semua manajemen mall untuk komit menerapkan Perda KTR. Sebab, dalam Perda KTR, pusat perbelanjaan, salah satu dari tujuh lokasi yang ditetapkan sebagai KTR.

"Ada tujuh, di antaranya fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. Tempat umum ini termasuklah pusat perbelanjaan atau mall," ungkapnya.

Usma juga menyebutkan jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta jiwa. Jika satu orang perokok mengeluarkan minimal biaya Rp10 ribu saja per hari, maka uang yang dikeluarkan untuk membeli rokok sebesar Rp700 miliar per hari.

Padahal, lanjutnya, banyak zat-zat kimia di dalam rokok yang bisa merusak organ tubuh. Zat kimia, termasuk racun-racun masuk ke paru-paru lalu meneruskannya ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. "Sebagian racun tersebut, misalnya karbon monoksida, dikenal sebagai radikal bebas yang mengambil oksigen untuk sel-sel darah merah. Radikal bebas ini memiliki sejumlah masalah, mulai dari penuaan kulit sampai kanker," ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya lagi, nikotin dalam asap tembakau menyebabkan kelenjar adrenal memproduksi hormon yang meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, sehingga jantung bekerja lebih keras. Ini sebabnya perokok beresiko tinggi terkena serangan jantung dan stroke. (A18/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru