Medan (SIB) -Hari ini, Jumat (24/3), Musyawarah Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) dibuka Menteri Koordinator Kemaritiman Jenderal (Purn) TNI Luhut Binsar Pandjaitan yang dirangkai pelantikan Pengurus DPD ISKA Sumut di Catolic Center Keusukupan Agung Medan Jalan Mataram No 21 Medan. Munas dan rangkaiannya berlangsung empat hari sampai senin (27/3), juga akan dihadiri Menteri ESDM Ignatius Jonan yang menjadi keynote speaker pada seminar II tentang: "Ketahanan Ekonomi Nasional", Sabtu (25/3).
Hal itu dikemukakan Ketua DPD ISKA Sumut yang akan dilantik untuk periode kedua Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM ketika beraudiensi ke Kantor SIB, Kamis (23/3), diterima Penjab Harian SIB Drs Victor Siahaan SH MHum mewakili Pemred GM Immanuel Panggabean BBA. Munas dan pelantikan Pengurus DPD ISKA Sumut ini, kata Hendrik Sitompul bertema "Revitalisasi Peradaban Pancasila Menuju se-Abad Indonesia". Hendrik Sitompul mengungkapkan, Medan jadi tuan rumah Munas bukan penghunjukan langsung tapi "bertarung" dengan Makassar Sulawesi Selatan memperebutkan jadi tuan rumah Munas tiga tahun lalu.
Waktu itu Anggota DPRD Medan Fraksi Demokrat ini "menjual" Danau Toba kepada peserta Munas. Seluruh peserta akan dibawanya keliling Danau Toba usai Munas. Karena keinginan yang besar melihat Danau Toba, sontak seluruh peserta mendukung Medan jadi tuan rumah Munas ISKA tahun 2017. "Munas nanti akan memilih Ketua Presidium PP ISKA periode 20172020, sekitar 150-200 peserta Munas akan kami bawa keliling Danau Toba, karena inilah kebanggaan Sumut yang kita kenalkan kepada masyarakat luas melalui Munas ISKA," katanya.
Maka kata alumni Lemhanas RI ini, rangkaian acara diwarnai seminar yang banyak membicarakan kawasan Danau Toba. Seminar I, Jumat (24/3) bertema: "Pengembangan pariwisata dan peradaban masyarakat lokal. Pembicara Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi membawakan judul "Pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba dalam Persfektif Pembangunan Wilayah Sumut." Pembicara kedua, Direktor Utama badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo berjudul "Strategi dan Tantangan Pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba." Pembicara ketiga, Uskup Agung Medan Mgr Dr Anicetus B Sinaga, OFM Cap membawa topik "Pengembangan Pariwisata Danau Toba dan Keadaban Masyarakat Setempat.
Seminar di hari II, Sabtu (25/3) pukul 10.15-12.00 WIB,bertema, "Ketahanan Ekonomi Nasional". Pembicaranya Menteri EDM RI Ignasius Jonan yang akan banyak bercerita tentang sumber daya energi di tanah air. Kemudian pembicara kedua, Bambang Eka Cahyana (Direktur Utama PT Pelindo I (Persero) yang mebicarakan tol laut dan kontribusinya bagi ketahanan ekonomi laut. Di hari yang sama seminar III, pukul 13.00-14.30 WIB dengan tema "Revitalisasi Peradaban Pancasila", dengan pembicara Yadi Latif MA, PhD (pengamat politik), Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Agus Widjojo dan Muliawan Margadana (Ketua Presidium PP ISKA).
Acara ini dimulai dengan misa dan pengukuhan Pengurus DPD ISKA Sumut. Kemudian acara nasional dan pembukaan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Malam harinya dimulai seminar pertama. Seminar ini bertopik lokal karena membahasa Danau Toba. Di tujuh kawasan Danau Toba banyak warga Katolik sehingga salah satu pembicara adalah Uskup Agung Medan. Setelah seminar, peserta membicarakan masalah organisasi persiapan Munas. Keesokan harinya, Sabtu (25/3) masuk seminar II dan II, malamnya dijamu makan malam oleh Gubsu di Gubernuran. Setelah itu pemilihan Ketua Presidium PP ISKA.
Minggu pagi semua peserta dibawa ke Danau Toba melalui Parapat, naik kapal mengelilingi Danau Toba. Sore harinya misa penutupan dan dijamu makan malam oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon. Keesokan harinya, Senin (27/3) kembali ke Medan melalui Karo, singgah di Siosar pengungsian Sinabung dan memberi bantuan. Lalu dijamu makan siang oleh Bupati Karo, selanjutnya bertolak ke Medan.
Di Katolik, kata Hendrik, ada lima Ormas yakni: Persatuan Mahasiswa Katolik (PMKRI), Pemuda Katolik (untuk pemuda), Wanita Katolik (untuk wanita), Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) dan Ikatan Sarjana Katolik (ISKA). Dari lima ormas itu empat yang berbadan hukum termasuk ISKA, masuk dalam lembaran negara karena memiliki kepengurusan dari pusat sampai daerah, sedangkan FMKI sifatnya lokal. ISKA juga dikondisikan seperti rumah intelektual Katolik dan diutus oleh Uskup Agung untuk berbicara ke BODT. Di ISKA nanti ada LBH, lembaga riset dan lembaga pengembangan SDM.
Hendrik Sitompul dalam audiensi didampingi Pengurus ISKA Sumut lainnya yakni Alex Bukit, Don Sisko Peranginangin, Bernard Sitohang, Theresia Marbun dan Ihot Rumapea. Victor Siahaan mengatakan, Harian SIB mengapresiasi kerja ISKA dalam Munas yang mampu membangkitkan semangat wisata Danau Toba.
Diharapkan juga mampu mempersatukan bangsa di dalam kebhinekaan. Karena mempersatukan masyarakat Indonesia yang heterogen ini tidak gampang, sehingga ISKA diajak ikut mengawal kebhinekaan bersama kelompok lainnya (kebersamaan).
"Kehadiran ISKA sangat dibutuhkan, karena lewat Munas ini mampu membangkitkan potensi Danau Toba yang sudah tertidur. Presiden Jokowi sudah mulai membangkitkan semangat Danau Toba lewat BODT untuk merangsang kunjungan wisatawan. Tapi jangan sampai gagasan yang meluap-luap jadi hilang di kemudian hari kalau tidak ikut kita berperan serta," ucap Victor Siahaan.
(A10/d)