Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Maret 2026

Warga Pertanyakan Perkembangan Kasus Kebakaran Rumah Menewaskan Empat Orang di Tuntungan

- Selasa, 11 April 2017 10:37 WIB
225 view
Medan (SIB) -Sudah 5 hari berlalu kasus dugaan pembakaran 2 rumah permanen di Jalan Milala Kelurahan Sidomulyo Lingkungan I, Kecamatan Medan Tuntungan yang diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) menyebabkan 4 orang sekeluarga tewas terpanggang yaitu Marita br Sinuhaji (58), keponakannya, Frengki Ginting (31), Selvy br Ginting (5) dan Kristin Ginting (3). 

Sejumlah warga di antaranya Zafandi (31), Fauzi (36), Mailando (27), Anita (47) dan Ratna (44) ketika diwawancarai SIB, Senin (10/4) mengungkapkan, kasus tersebut merupakan kasus yang harus dituntaskan. Polisi diharapkan lebih serius menanganinya.

Masyarakat berharap polisi memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut dan diharapkan menjadi pelajaran bagi petugas kepolisian untuk memerkuat jarigan intelijennya, serta mendekatkan diri kepada masyarakat guna melakukan sosialisasi. Ke depannya kejadian serupa tak terulang lagi.

Kapolsek Delitua Kompol Wira ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan kasus tersebut bukan Polsek Delitua yang menanganinya. "Silahkan konfirmasi ke Polrestabes Medan, karena disana kasusnya ditangani," katanya.

Sebelumnya, diberitakan dua rumah permanen di Jalan Milala Kelurahan Sidomulyo Lingkungan I, Kecamatan Medan Tuntungan ludes dilalap sijago merah karena diduga dibakar orang tak dikenal (OTK), Rabu (5/4).

Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah Marita br Sinuhaji (58) dan keponakannya, Frengki Ginting (31), Selvy br Ginting (5) serta Kristin Ginting (3) tewas terpanggang dengan posisi tubuh tengkurap di dalam rumah. 

Pantauan SIB di lokasi, api berhasil dipadamkan 8 mobil Petugas Pemadam Kebakaran (P2K) milik Pemko Medan, Pemkab Deliserdang dan milik PT Galatta dikerahkan.

Terpisah Adik kandung Marita br Sinuhaji (korban-red), Hidup Sinuhaji ketika diwawancarai di RS Bhayangkara Medan mengungkapkan jika peristiwa naas yang menimpa kakaknya itu diduga sengaja dilakukan atas suruhan seseorang. Kejadian tersebut motifnya juga diduga terkait jual-beli tanah.

"Sebelum Frengki tewas, korban sedang mandi dan rencananya bersiap-siap pergi ke Desa Pilpil, Kecamatan Sibolangit. Jika benar kebakaran murni, Frengki pasti dapat menyelamatkan diri. Di kepala korban kami melihat ada bekas luka yang diduga akibat pukulan benda tumpul. Kami menduga keluarga kami memang sengaja dihabisi oleh seseorang," ungkapnya.

Dikatakannya, 4 tahun lalu korban Marita Br Sinuhaji membeli tanah dari JG Rp 260 juta. Untuk tahap awal korban membayar Rp 138 juta kepada JG, dan sisanya akan dilunaskan apabila sertifikat tanah sudah diberikan. Gimana pihak korban melunasi sisa uang pembelian tanah tersebut, sementara sertifikat tanak tak kunjung diberi JG. Permasalahan tersebut sempat sampai ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, dan JG kalah di persidangan,"

"Keluarga kami belum lama ini sudah 3 kali dicelakai OTK. Kami menduga OTK tersebut suruhan seseorang lantaran modusnya serupa, yakni akan dibakar. Belum lama ini kami juga pernah menemukan bensin di dalam bungkus plastik tak jauh dari rumah korban," ujarnya.

Seorang wanita paruh baya yang tak ingin namanya dikorangkan dan akan menjadi saksi saat ditemui di Polrestabes Medan mengatakan, saat musibah kebakaran terjadi, ia dan warga yang lain menemukan botol berisi minyak bensin di dalam rumah milik Marita br Sinuhaji  yang tewas terbakar. (A17/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru