Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Sumut Digoyang Gempa Bumi 5,4 SR

* BBMKG: Cuaca Panas dan Hujan Terjadi Hingga Akhir Juli
- Rabu, 12 Juli 2017 14:05 WIB
503 view
Medan (SIB)-  Gempa bumi tektonik menggoyang sebagian wilayah Sumut. Hasil analisis Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BBMKG) Wilayah I menunjukkan gempa bumi itu terjadi, Selasa (11/7) pukul 08.24.32 WIB dengan kekuatan 5,4 Skala Richter (SR). "Episenter atau pusat gempa terletak pada koordinat 2.67 LU dan 98.85 BT, tepatnya di darat sejauh 8 kilometer arah Timur Laut Samosir pada kedalaman 152 kilometer," kata Kabid Data dan Informasi BBMKG Wilayah I, Syahnan kepada wartawan via WhatsApp di Medan, Selasa (11/7).

Gempa bumi yang didasarkan kepada peta tingkat guncangan (Shakemap) menunjukkan wilayah terdampak goyangan lemah antara lain di Pematangsiantar, Parapat, Medan, Sidikalang dan Sibolga pada skala intensitas I SIG-BMKG atau II MMI. Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indonesia-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan hiposenter 152 kilometer.

Karena hiposenter berada di kedalaman 152 kilometer di bawah tanah maka gempa bumi ini disebut sebagai gempa bumi menengah. Hingga laporan ini disusun pukul 09.00 WIB, hasil monitoring BBMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Kepada warga Sumatera Utara dan sekitarnya diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

KEMARAU BASAH
Saat ditanyakan cuaca di Provinsi Sumut, BBMKG Wilayah I memprakirakan cuaca di Sumut hingga akhir bulan Juli ini menghadapi kemarau basah (cuaca panas dan hujan). Syahanan menjelaskan, curah hujan di daerah pegunungan (Pakpak Bharat-Dairi-Karo) patut diwaspadai karena intensitas hujan di level sedang hingga lebat, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor yang tidak diketahui waktunya. Sedangkan untuk daerah pantai timur dan pantai barat, curah hujannya ringan hingga sedang. "Kecepatan angin pada saat hujan berlangsung diprakirakan rata-rata 20 knot per jam. Tinggi gelombang laut Selat Malaka antara 1-1,5 meter," sebut Syahnan. (A17/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru