Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Disbun Sumut Latih 150 Wanita Tani dan PKK Memanfaatkan Hasil Samping Perkebunan

- Jumat, 21 Juli 2017 11:39 WIB
252 view
Medan (SIB) -Seratus lima puluh wanita tani dan anggota Tim Penggerak PKK dari 20 kabupaten dan provinsi mendapat pelatihan pemanfaatan hasil samping komoditi perkebunan oleh Dinas Perkebunan Sumut. Pelatihan dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara Evi Diana Erry Nuradi didampingi Kepala Dinas Perkebunan Sumut Herawati, di Hotel Antares Medan, Kamis (20/7).

Evi Diana menyambut gembira pelaksanaan pelatihan tersebut dan berharap, pelatihan meningkatkan sumberdaya manusia wanita tani dan anggota PKK itu nantinya mampu mengembangkan usaha agribisnis perkebunan di dalam keluarga, kelompok dan masyarakat. "Nanti kita akan dapat melihat dan mempraktikkan penggunaan produk-produk perkebunan untuk memproduksi kue-kue yang lezat, serta untuk memproduksi komoditas yang bernilai ekonomi cukup tinggi," kata Evi.

Dia mengungkapkan, sesungguhnya sangat banyak peluang usaha yang dapat dilakukan wanita tani atau anggota TP PKK di daerah yang memiliki potensi perkebunan. "Wanita tani dan anggota PKK sesungguhnya bisa menjadi penentu dalam pengembangan usaha agribisnis perkebunan berbasis industri rumahtangga," ujar Evi Diana. 

Pelatihan diisi narasumber di antaranya Direktur Pusat Inkubator Cikal Universitas Sumatera Utara Prof Rita F Dalimunthe, Dosen Fakultas Tataboga Universitas Negeri Medan Dra Ana Rahmi MPd dan Ketua Pokja III TP PKK Sumatera Utara.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut Ir Herawati N MWA menjelaskan, para peserta mendapatkan pelatihan berupa teori dan praktik langsung pengolahan makanan dan bahan pangan oleh para narasumber. Selain itu,  peserta juga akan mengikuti kunjungan lapangan ke pengrajin gula aren di Desa Buluh Awar Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

Selain membidik wanita tani, kata dia, pihaknya juga sengaja melibatkan para anggota PKK kabupaten maupun provinsi, karena Tim Penggerak PKK merupakan organisasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan keluarga.

PKK menurut Herawati sangat strategis dalam mendorong munculnya aktivitas kreatif di tengah keluarga dan lingkungannya, agar dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Para peserta berasal dari 20 kabupaten/ kota yang terdiri dari wanita tani dan anggota PKK Kabupaten Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Batubara, Asahan, Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Dairi, Karo, Tapteng, Mandailing Natal dan Pakpak Bharat. (A11/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru