Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

38 Rumah Kawasan Padat Penduduk Terbakar di Medan

* Ratusan Jiwa Terancam Tak Punya Tempat Tinggal
- Sabtu, 22 Juli 2017 11:48 WIB
1.057 view
Medan (SIB)- Sebanyak 38 rumah warga di kawasan padat penduduk Jalan HM Yamin/Serdang, Gang Lurah Lingkungan VIII Kelurahan Sei Kera Hilir, terbakar, Kamis (20/7) sekira pukul 22.30 WIB. Meski tidak ada korban, tapi kerugian mencapai miliaran rupiah dan ratusan orang terancam tak punya tempat tinggal.

Menurut sejumlah warga, api awalnya muncul dari rumah bernomor 24 yang ditempati  Heni. Malam itu, warga melihat api menyambar dari bagian atas. "Dari atas rumah bu Heni," kata warga bernama Fitri, Jumat (21/7).

Fitri yang diwawancarai SIB di Posko korban kebakaran menjelaskan lagi, setelah api membesar penghuni rumah bernomor 24 itu langsung berlarian sambil teriak kebakaran. "Rumah saya tepat kali di depan rumah ibu Heni yang merupakan adik ipar Kepling setempat," ujar wanita ini sambil menggendong putranya yang masih berusia 6 bulan.

Mendengar jeritan kebakaran dari warga lainnya juga, Fitri langsung menyelamatkan diri dan kedua anaknya yang masih kecil. "Saya lihat api sudah besar, langsung saya bawa keluar rumah anak saya. Kebetulan suami saya lagi tidak di rumah karena jualan jamu," sebutnya dengan raut wajah sedih.

Dia pun hanya bisa pasrah begitu api sudah menghanguskan seratusan rumah termasuk tempat tinggalnya sendiri. "Tak ada yang terselamatkan barang-barang saya, hanya baju yang dipakai barang saya sekarang," jawab dia.

Dengan kejadian ini, istri dari Pian ini hanya bisa berharap kepada Pemko Medan agar dapat membantu warga membangun rumah. "Kami hanya berharap sama pemerintah agar rumah kami bisa dibangun kembali," harap Fitri.

Korban lainnya, Pipit juga mengatakan hal sama. Ibu bertubuh tambun itu kini tak memilik tempat tinggal. "Gak tahu lagi mau ke mana tinggal. Saya dan keluarga tidak punya apa-apa lagi," terang Pipit.

Pipit menceritakan, sebelum kejadian, dia baru saja minum obat. Tiba-tiba ia mendengar suara jeritan warga kalau ada kebakaran.

"Besar kali apinya dari rumah Heni. Saya terkejut melihat api sudah besar. Terus saya bilang sama anak saya, ayo keluar ada kebakaran. Anak saya hanya bisa menyelamatkan motornya aja," akunya.

Penyebab kebakaran itupun masih belum diketahui pasti. Pasalnya, sejumlah warga yang ditanya ada yang mengatakan akibat kompor saat masak dan ada juga yang bilang dari arus pendek listrik.

Sementara itu, Camat Medan Perjuangan Pahri mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban kebakaran. "Dari hasil pendataan sementara ada 38 rumah yang terbakar. Terdiri dari 63 KK berjumlah 181 jiwa," ucap dia.

Pahri juga menyebutkan, untuk sementara korban kebakaran sangat membutuhkan bantuan seperti tempat tidur, makanan, obat-obatan dan pakaian. "Bantuan terus menyusul untuk para korban," terang dia.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendirikan posko. "Jadi ada satu posko yang sudah berdiri dan para korban bisa tinggal sementara di posko itu. Posko kesehatan juga sudah ada," jawab dia.

Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu mengatakan, dugaan sementara, api muncul dari rumah Yarman Sikumbang (65) yang merupakan orang tua dari Heni. "Dugaan sementara korsleting listrik. Kita sudah koordinasi dengan Labfor Poldasu untuk mencari tahu penyebab pastinya kebakaran," jawab dia.

Pihaknya sendiri juga telah memintai keterangan beberapa saksi. "Saksi ada dua orang yakni Yarman dan Kepling VIII Zulfahmi," ujar Wilson.

Dia juga memastikan, dalam musibah itu tidak ada  korban luka maupun korban jiwa. "Kita telah mendata jumlah rumah yang terbakar dan nihil korban jiwa," ungkapnya.

Kapolsek menyebutkan lagi, pihaknya telah melakukan pengamanan di lokasi. "Sudah kita pasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan," jawab dia.
Di Sunggal

Sementara itu, satu unit rumah terbakar di Jalan Setia Kawan, Dusun I, Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (20/7). Diduga, kebakaran akibat nyala api dari anti nyamuk bakar yang berada di rumah.

Kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (20/7) malam, Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri mengatakan, saat kejadian pemilik rumah Roni (45) sedang tertidur di kamar ruang utama. Ketika terbangun, korban melihat api menyala yang diperkirakan datang dari ruang tengah rumah.

Sebanyak dua unit armada milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan diturunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Daniel mengaku tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan ditaksir kerugian hingga Rp30 juta.

"Kami sudah mendatangi lokasi melakukan olah tempat kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi," sebutnya. (A18/A15/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru