Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Disbun Sumut Boyong Anggota PKK dan Wanita Tani Belajar ke Pusat Pengelolaan Gula Aren

- Sabtu, 22 Juli 2017 15:37 WIB
318 view
Disbun Sumut Boyong Anggota PKK dan Wanita Tani Belajar ke Pusat Pengelolaan Gula Aren
SIB/Dok
Saksikan : Ketua Tim Penggerak PKK Provsu, Evi Diana Erry Nuradi didampingi Kepala Dinas Perkebunan Provsu, Herawati dan lainnya saksikan pengolahan gula aren di Desa Bulu Awar, Kecamatan Sibolangit, Jumat (21/7).
Medan (SIB)- Tim penggerak PKK Sumut bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Provsu melakukan fieldtrip (kunjangan ke lapangan) bersama 150 wanita tani dan anggota tim penggerak PKK dari 20 kabupaten/kota ke pusat pengelolaan gula aren di  Desa Bulu  Awar, Kecamatan Sibolangit.

Fieldtrip ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan pemanfaatan hasil samping komoditi perkebunan yang digelar Dinas Perkebunan Sumut. Ketua Tim Penggerak PKK Provsu, Evi Diana Erry Nuradi didampingi Kepala Dinas Perkebunan Provsu, Herawati, Jumat (21/7) mengatakan, kalau kegiatan fieldtrip ini sangat baik, karena dilakukan untuk melatih dan membina langsung wanita tani dan anggota tim penggerak PKK kabupaten/kota.

Turut hadir Ketua PKK  Desa Bulu  Awar, Siska, Pembina Kelompok Aren  Desa Bulu  Awar, Johan Bukit, Ketua Kelompok pengrajin Pondok Aren Perdana  Desa Bulu  Awar, Karyudi.

"Kegiatan fieldtrip ini merupakan kerjasama yang baru pertama dilakukan tim penggerak PKK dengan Dinas Perkebunan Sumut. Ini sangat bagus, karena kita langsung mengadakan pelatihan dan pembinaan kepada wanita tani dan kelompok tani PKK kabupaten/kota," ujar Evi.

Melalui pelatihan dan pembinaan yang dilakukan secara langsung ke pusat pengelolaan gula aren, maka diharapkan hasilnya dapat dikembangkan di daerahnya masing-masing. "Dengan begitu kita harapkan agar wanita tani dan kelompok tani bisa semakin produktif dan dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga," terang Evi.

Ditambahkan, Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Herawati bahwa pondok aren perdana di  Desa Bulu  Awar, Kecamatan Sibolangit ini merupakan mitra binaan dari Dinas Perkebunan Sumut.

Herawati juga mengatakan bahwa Pemprovsu senantiasa membantu kelompok tani agar dapat semakin berkembang. "Kita dapat memberikan bantuan kepada kelompok tani di masing-masing kabupaten/kota. Asal mereka terlebih dahulu mengajukan proposal dan bantuan yang akan kita berikan secara bertahap," jelas Herawati.

Termasuk sambung Herawati, untuk kelompok tani pondok aren perdana di  Desa Bulu  Awar, yang dipimpin Karyudi juga sudah mendapatkan bantuan dari Pemprovsu, berupa alat pengeringan, alat pengolahan hingga kuali masak. "Pengelolaan gula aren ini sangat potensial karena ini berasal dari hasil perkebunan yang tidak perlu areal khusus seperti kelapa sawit. Ini juga menjadi solusi dari masalah krisis lahan, jadi petani tetap bisa produktif tanpa harus menyediakan lahan khusus," paparnya.

Ketua PKK  Desa Bulu  Awar, Siska mengatakan Desa Bulu  Awar merupakan salah satu desa di antar 30 desa yang ada di kecamatan Sibolangit. "Di  Desa Bulu  Awar ini sudah ada 4 kelompok pengrajin aren. Ke depan kami sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan dari Pemprovsu, sehingga para petani aren ini bisa lebih berkembang lagi," katanya.

Sementara itu, Ketua Pondok Aren Perdana, Karyudi mengapresiasi kehadiran Tim Penggerak PKK beserta wanita tani dan anggota tim penggerak PKK dari 20 kabupaten/kota ke tempatnya.

Bahkan, Karyudi juga terlihat langsung memperlihatkan bagaimana proses pengolahan aren menjadi gula aren dan gula semut. "Hasil dari aren ini selain bisa dijadikan gula aren, bisa juga dijadikan sebagai gula semut, cemilan gula kelapa," katanya.

Dijelaskan Karyudi, untuk mengelola aren menjadi gula aren dibutuhkan proses panjang dan waktu yang lama. Selain itu juga dibutuhkan teknologi sehingga pengelolaannya bisa lebih efisien dan efektif. "Kami jua membutuhkan koperasi untuk kelompok tani yang ada di sini, dengan begitu maka kelompok tani di sini bisa semakin terbantu dan berkembang," ujar Karyudi.(A11/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru