Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Virus Rubella Dapat Menyerang Wanita Hamil

WHO Perkirakan Tiap Tahun Sekitar 100.000 Bayi di Dunia Lahir dengan Rubella Kongenital

- Sabtu, 22 Juli 2017 15:40 WIB
349 view
Medan (SIB)- Rubella,  merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Rubella juga dikenal sebagai campak Jerman. Di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, tidak banyak ditemukan kasus tersebut, bahkan bisa dibilang jarang. "Karena apa, gejalanya yang tidak berat makanya gak sampai dikirim ke (RS) Adam Malik, sudah selesai di praktek dokter atau di klinik," kata dr Rita Evalina Rusli MKed (Ped) SpA (K) kepada wartawan, Jumat (21/7).

Rita Evalina Rusli mengatakan, rubella pada anak, gejalanya lebih ringan dari dewasa, walau tampilannya mirip campak. Sehingga mereka mungkin merasa tidak perlu berobat, dan kemungkinan mereka memang tidak datang berobat atau gejala berkurang setelah minum banyak atau minum air kelapa hijau.

"Sebenarnya, perbaikan bukan karena air kelapanya, tapi karena memang natural course of disease (perjalanan alamiah dari penyakitnya) yang memang singkat cuma 3 hari. Penyakit ini juga bisa menyerang remaja dan dewasa," jelas dokter anak di RS Adam Malik ini.

Ia menjelaskan, penyebaran sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella.

"Gejalanya berupa ruam merah pada kulit mirip campak, tapi lebih ringan. Ada juga penderita Rubella yang tidak mengalami gejala apa pun dan tetap dapat menularkan rubella. Penyakit ini pada umumnya membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadi pajanan sampai menimbulkan gejala (masa inkubasi)," jelasnya.

Dikatakannya, gejala-gejala umum rubella meliputi demam, sakit kepala, hidung tersumbat atau beringus, tidak nafsu makan, iritasi ringan pada mata, pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher. Ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan yang awalnya muncul di wajah, lalu menyebar ke badan, tangan, dan kaki. Ruam ini umumnya berlangsung selama 1-3 hari.

Selain itu, kata dr Rita, nyeri pada sendi, terutama pada penderita remaja wanita. Jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan.

"WHO memperkirakan setiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini. Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung kongenital, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipotiroidisme, serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yang terlahir dengan sindrom ini," ujarnya.

Guna memastikan diagnosis, kata dr Rita, dengan mengambil sampel air liur atau darah untuk diperiksa di laboratorium. Tes tersebut digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi rubella. Apabila terdapat antibodi IgM, berarti sedang mengidap rubella.

Pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella. Sejak adanya program vaksinasi, jumlah kasus rubella yang tercatat secara global berkurang secara signifikan.

Rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Seperti, banyak minum istirahat, obat penurun demam atau untuk mengurangi rasa sakit-sakit di sendi.

"Tujuannya adalah untuk meringankan gejala, namun bukan untuk mempercepat penyembuhan rubella, karena rubella adalah self limited disease seperti penyakit virus umumnya," ujarnya. (A17/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru