Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Terima Kunjungan Peserta Lemhanas

Wagubsu Nurhajizah Marpaung Berharap Perhatian Pusat ke Sumut Lebih Ditingkatkan

- Minggu, 23 Juli 2017 15:43 WIB
398 view
Medan (SIB)- Wagubsu Dr Nurhajizah Marpaung SH MH menyampaikan harapan agar perhatian pemerintah pusat ke daerah luar Pulau Jawa semakin ditingkatkan. Jika dibanding dengan nilai APBD provinsi di Pulau Jawa yaitu Jakarta 70,1 triliun, Jawa Barat 32,74 triliun dan Jawa Timur 27,8 triliun, maka nilai APBD Provinsi Sumut tidak sebanding yang hanya  Rp 13,03 triliun.

"Pak Gubsu berpesan agar menyampaikan kepada pemerintah pusat melalui Gubernur Lemhanas agar perhatian pemerintah pusat kepada Provinsi Sumatera Utara sebagai metropolitan yang terbesar keempat dapat ditingkatkan, agar terjadi percepatan pembangunan Sumut," ujar Nurhajizah saat bertemu peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) program pendidikan reguler angkatan (PPRA) LVI Tahun 2017 Lemhanas RI, Selasa (18/7) di ruang Beringin Kantor Gubsu.

Dikatakannya, Sumatera Utara saat ini bukanlah Sumatera Utara yang dulu kita kenal tidak begitu baik. "Selama di Sumut mudah-mudahan betah. Sumut sekarang baik. Semua urusan mesti tuntas," ujar Nurhajizah.

Provinsi Sumatera Utara kata Wagubsu Nurhajizah terdiri dari 33 kabupaten/kota dan hampir setiap kabupaten/kota memiliki kelebihan-kelebihan terutama untuk objek wisatanya. Memiliki 436 kecamatan dan 5.983 desa/kelurahan.

Dia mengatakan, ada 8 etnis asli dan terus berupaya untuk meningkatkan pembangunan yang ada di Sumut. Seperti di Nias, lautnya itu indah sekali terdiri dari 5 kabupaten/kota, namun belum ada yang tersentuh. Bahkan 3 bulan lalu Nias mengalami mati listrik hampir dua bulan.

Kondisi sosial kemasyarakatan lanjut dia, menunjukkan trend yang sedikit membaik. Meskipun di sana-sini masih ada sedikit keributan namun masih bisa dicegah. "Dari sisi  Hankam, Sumatera Utara sampai saat ini masih kondusif," katanya.

Tentang kemiskinan, kata dia, Pemprovsu terus berupaya agar tingkat kemiskinan di Sumut dikurangi. Tahun 2016 sudah mulai membaik. "Tahun 2017 Pemprovsu berusaha agar kemiskinan tidak menjadi yang terbesar di antara metropolitan lainnya," ujarnya.

Terkait APBD, Nurhajizah menyampaikan, bahwa APBD Sumut sejak tahun 2016 mengalami peningkatan. Untuk 2018 Pemprovsu memproyeksikan APBD Provsu meningkat dibandingkan tahun 2017 dari Rp 13,03 triliun menjadi Rp13, 32 triliun. Hal ini untuk mendukung 10 prioritas nasional dan mendukung pencapaian 9 prioritas provinsi.

"Di tahun 2018 ini kita proyeksikan mencapai Rp13,32 triliun. Dengan catatan bahwa kewajiban terhadap bagi hasil kepada kabupaten/kota sampai tahun 2016 telah berhasil dipenuhi. Selain untuk mendukung 10 prioritas nasional juga untuk mendukung pencapaian 9 prioritas provinsi," ujarnya..

Disampaikan Wagubsu, ada beberapa proyek prioritas nasional di Sumut yang telah ditampung dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2018, yakni pengembangan destinasi wisata Danau Toba. Selanjutnya pembangunan jalan bebas hambatan Medan-Kualanamu-Tebingtinggi.

Selain kawasan Danau Toba, kata dia, proyek lainnya yang ditampung dalam RKP 2018 yakni infrastruktur bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke. Di antaranya meliputi pembangunan jalan bebas hambatan Medan-Kualanamu. Pembangunan jalan kereta api antara Bandartinggi ke Kualatanjung.

Sementara Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Agus Widjojo mengatakan, tahun 2017 diputuskan Sumatera Utara sebagai objek studi strategis peserta Studi Strategis Dalam Negeri PPRA LVI Tahun 2017 Lemhanas RI. "Dengan harapan bisa mengetahui pembangunan dan ketahanan nasional, serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Sehingga para peserta  dapat memberikan kontribusi pemikiran tentang bagaimana memahami dan menyikapi situasi dan kondisi sosial budaya yang akhir-akhir berubah dengan cepat. Serta memberikan solusi penanganan permasalahan sampai ke akar permasalahan, guna peningkatan ketahanan nasional khususnya di Sumatera Utara," katanya. (A11/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru