Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Bishop Oloan Pasaribu Buka Pembinaan Keluarga Pendeta GKPI

Mata dan Telinga Orang Tertuju pada Keluarga Pendeta, Maka Jagalah Integritas

- Rabu, 26 Juli 2017 17:41 WIB
517 view
Mata dan Telinga Orang Tertuju pada Keluarga Pendeta, Maka Jagalah Integritas
SIB/Horas Pasaribu
PUKUL GONG: Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh memukul gong pembukaan pembinaan keluarga pendeta, tahun Formasi Spiritual GKPI 2017, Senin (24/7) di Hotel Soechi Jalan Cirebon Medan. Turut hadir Kepala Departemen Pastorat Pdt Abdul Hutauruk MTh, Kepala De
Medan (SIB)- Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh membuka acara pembinaan keluarga pendeta dalam rangka Tahun Formasi Spiritual GKPI 2017 yang dilaksanakan di Hotel Soechi Jalan Cirebon Medan, Senin (24/7). Acara yang berlangsung 24-27 Juli itu diketuai Ny Gaberia Panggabean br Pardede. Pembukaan diawali ibadah dilanjutkan dengan upacara nasional.

Dalam khotbahnya, Bishop Oloan Pasaribu menceritakan bahwa perjalanan usia GKPI selama 53 tahun hanya karena kasih setia Tuhan.
"Artinya, kasih karunia ini harus kita jaga, kawal dan syukuri. Caranya dengan melayani Tuhan sungguh-sungguh. Kita hidup hanya karena firman Tuhan, hidup di dalam doa, Yesus memberi makan 5.000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan, semua terpenuhi bahkan sisa 12 keranjang, itu karena kasih karunia Tuhan menyertai umatNya," ucap Bishop GKPI dalam khotbahnya.

Khotbah ibadah diambil dari Jeremia 9:24b tentang Bangsa Israel yang dibuang ke Babel karena tidak setia kepada Tuhan. Waktu itu ada nabi Hanaya yang disebut nabi palsu yang mengatakan bahwa Tuhan tidak menghukum umatNya yang tidak setia. Maka datanglah Yeremia yang diutus Tuhan yang mengingatkan bahwa Tuhan akan menghukum orang-orang yang tidak setia kepada Tuhan.

Renungan ini kata Bishop mengutip tema 5 tahunan GKPI atau selama periode 2015-2020. Karena selama 5 tahun ini GKPI selalu menekankan kepada seluruh pelayan gereja dan jemaat, betapa besarnya anugerah Tuhan kepada GKPI yang kini sudah berusia 53 tahun. Bishop menceritakan di hadapan para Pendeta GKPI dan keluarganya bahwa GKPI pernah mengecewakan Tuhan.

"GKPI pernah ada 2 Sinode dan kantor Sinode, sehingga tidak sesuai lagi dengan motto GKPI: mewujudkan Gereja Kristen yang Esa di Indonesia. Tapi kita bersyukur sudah dipersatukan Tuhan, selama 5 tahun ini GKPI sudah keluar dari kesusahan. Itu semua karena kasih setia Tuhan, sehingga kita bisa sehati sepikir untuk melaksanakan pelayanan," terangnya.

Untuk itu, Bishop Oloan Pasaribu mengingatkan kepada setiap pendeta dan keluarganya bahwa mata dan telinga orang tertuju kepada keluarga pendeta. Makanya para pendeta harus menjaga integritasnya, karena keluarga pendeta ibarat benda yang berada di dalam toples kaca atau plastik yang tampak dari segala sudut. "Memang tidak mudah jadi keluarga pendeta, tapi yakinkanlah dirimu bahwa kita bersama Kristus yang senantiasa melindungi kita sepanjang masa. Kita hidup karena kasih karunia Tuhan. Kebutuhan keluarga pendeta sama dengan kebutuhan masyarakat lainnya, meski kita menyadari keterbatasan ekonomi kita. Tapi percayalah kepada Tuhan Yesus yang telah memberi makan 5.000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan," tuturnya.

Hadir pada acara itu Ny DR GM Panggabean R br Hutagalung sebagai penasehat panitia. Dia merasa bangga GKPI menyelenggarakan acara pembinaan keluarga pendeta di Tahun Spiritual GKPI ini. "Kiranya Tuhan selalu memberkati pendeta dan keluarganya di tengah-tengah tugas dan melayani Tuhan," ucap Ny DR GM Panggabean.

Turut hadir Ketua Panitia Ny Gaberia Panggabean br Pardede, Ny Bishop GKPI br Situmorang, Pdt Ruth Simanungkalit, para Kadep Kepala Departemen Pastorat Pdt Abdul Hutauruk MTh, Kepala Departemen Aspolat Pdt Humala Lumbantobing MTh, Kepala Departemen Diakonat Pdt Raden Samosir, Kabiro Umum dan Organisasi Pdt TMT Simamora MTh dan lainnya. (A10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru