Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Ramah-tamah dengan Warga Tionghoa

Sun Ang Senang Bisa Jabat Konjen RRC ke-3 di Medan

- Jumat, 28 Juli 2017 10:52 WIB
335 view
Medan (SIB) -Sun Ang mengaku sangat senang bisa menjabat sebagai Konsul Jenderal (Konjen) Tiongkok ke-3 di Medan.

Rasa senang itu diungkapkan Konjen RRC Sun Ang mengawali sambutannya dalam acara malam ramah-tamah dengan warga Tionghoa yang berada di Medan, para konsul negara sahabat dan lainnya di JW Marriot, Rabu malam (26/7).

Ia mengatakan, sampai di Pulau Sumatera kurang dari sebulan, ia dapat melihat Pulau Sumatera daerah yang penuh keanekaragaman suku, agama dan budaya. Termasuk di antaranya suku Tionghoa, masyarakat asal berbagai suku dapat hidup bersama dan saling menghargai, bekerja keras bersama untuk kemakmuran Pulau Sumatera.

"Saya berharap ke depan dapat merasakan sejarah budaya, adat istiadat, perkembangan dan perubahan Pulau Sumatera. Pulau Sumatera bisa menjadi teman dan mitra dengan yang hadir pada acara malam ini," ujarnya penuh harap.

Sun Ang berharap jalinan kerjasama dengan berbagai pihak mendorong komunikasi dan kerjasama menyeluruh Pulau Sumatera dan Tiongkok terus menyejahterakan rakyat kedua negara, mewujudkan kedamaian, kestabilan dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik.

Negara Kuno
Lebih lanjut ia mengatakan, Tiongkok dan Indonesia, dua negara kuno Asia yang memiliki sejarah panjang dan komunikasi sudah terjalin lama. Pulau Sumatera adalah daerah paling awal melakukan komunikasi antara masyarakat kedua negara.

Sun Ang memaparkan, tahun 671 Masehi, Biksu Dinasti Tang, I Ching pergi ke India untuk meneliti kitab suci agama Buddha melalui Palembang. Di perjalanan pulang ia belajar di Pulau Sumatera selama 7 tahun. Lebih 600 tahun lalu seorang pelayar terkenal Tiongkok Cheng Ho, pernah berkunjung ke Pulau Sumatera membawa porselin teh dan sutra Tiongkok dan juga menyampaikan salam dari rakyat Tiongkok.

Jadi hubungan Tiongkok-Indonesia sudah memasuki tahap baru pembangunan hubungan kemitraan strategi komprehensif. Kerjasama kedua negara di bidang politik, ekonomi, kebudayaan lainnya sedang berkembang secara total dan progressif.

"Gagasan jalur sutra Maritim abad ke-21, Tiongkok bersinergi dengan strategi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia," tegas Sun Ang.

Di kesempatan itu Sun Ang menyebutkan, Tiongkok sudah 6 tahun berturut-turut menjadi mitra perdagangan terbesar Indonesia. Hanya di bawah Amerika Serikat. Info itu diterimanya dari media lokal baru-baru ini bahwa sejak Januari hingga Mei tahun ini volume ekspor dari Sumut ke Tiongkok meningkat 55,33% dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai 431.699 juta dolar AS.

Tahun 2016 investasi dari daratan Tiongkok ke Indonesia meningkat 324%, mencapai 2,7 miliar dolar AS yang menjadi sumber investasi terbesar ketiga dari sebelumnya sumber investasi terbesar ke-9.

"Jika termasuk investasi Tiongkok yang melalui Singapura dan Hongkong, Tiongkok mungkin sudah menjadi negara sumber  investasi terbesar untuk Indonesia," ungkapnya.

Di Pulau Sumatera, sampai Juni 2017, proyek yang diinvestasikan perusahaan Tiongkok sudah mencapai 35 proyek termasuk pembangkit listrik, pertambangan Migas, penambangan batubara, kerjasama pertanian dan lainnya. Proyek kontraktor perusahaan Tiongkok mencapai 23 proyek termasuk jalan tol, pembangkit listrik dan jaringan internet serta lainnya.

Bahkan Presiden Jokowi menyatakan keinginannya untuk bekerjasama dengan pihak Tiongkok untuk membangun Pelabuhan Kualatanjung dan proyek infrastruktur lainnya. "Kita memiliki alasan cukup untuk menunggu kerjasama ekonomi Tiongkok dan Indonesia termasuk kerjasama ekonomi Tiongkok dan Pulau Sumatera memasuki masa lebih baik lagi," pintanya.

Konsul Jenderal Republik Rakyat China Sun Ang menggantikan Konjen lama Zhu Honghai. Acara berlangsung akrab dan kekeluargaan dihadiri Konjen India Konjen AS dan sejumlah konjen dari negara sahabat lainnya, Honghai. (A2/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru