Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Pembinaan Keluarga Pendeta GKPI Ditutup

Jemaat Inginkan Pendetanya Sebagai Teladan, Keluarga Pendeta Perlu Dilengkapi Pengetahuan dan Wawasan

- Jumat, 28 Juli 2017 10:54 WIB
1.058 view
Jemaat Inginkan Pendetanya Sebagai Teladan, Keluarga Pendeta Perlu Dilengkapi Pengetahuan dan Wawasan
SIB/Horas Pasaribu
PERJAMUAN KUDUS: Sekjen GKPI Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh melayani Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh, Kadep Kepala Departemen Pastorat Pdt Abdul Hutauruk MTh, Kepala Departemen Aspolat Pdt Humala Lumbantobing MTh, Kepala Departemen Diakonat Pdt Pdt Raden
Medan (SIB) -Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu menutup pembinaan keluarga pendeta dalam rangkaian  tahun Formasi Spiritual GKPI 2017, Kamis  (27/7) di Hotel Soechi Jalan Cirebon Medan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ibadah, khotbah dibawakan Sekjen GKPI Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh dan diakhiri dengan Perjamuan Kudus. Dalam khotbahnya Sekjen mengatakan, Petrus mencatat sifat-sifat baik yang harus dikembangkan orang Kristen supaya menang dan berbuah secara rohani di hadapan Allah.

Para keluarga pendeta (istri/suami/anak) terpanggil ikut serta menjadi pelayan yang teladan. Juga mampu menjadi penolong yang sejati untuk mendampingi suami/istri dalam setiap permasalahan yang terjadi di tengah-tengah keluarga, masyarakat dan gereja. Makanya, menjadi keluarga pendeta adalah suatu kehormatan karena dipanggil dan dikuduskan untuk tugas yang mulia.

"Perempuan, laki-laki, anak turut dalam perjalanan bersama keluarga hamba Tuhan, karena pernikahan hamba Tuhan adalah istimewa  dan indah karena membentuk satu keluarga Kerajaan Allah yang dibangun berdasarkan iman," ucap Sekjen.

Menurut dia, sering terjadi keluarga pendeta yang tidak bahagia dalam menjalankan perannya sebagai pendamping suami/istri dalam pelayannnya di jemaat.
Sesungguhnya istri/suami yang demikian tidak memahami akan kasih Tuhan kepadanya. "Mereka tidak mengetahui bahwa keluarga Kerajaan Allah hanya bisa terjadi kalau keluarga pendeta sehati dan sepikir, satu tujuan dan kerinduan yang sama. Dengan begitu, sebagai tim (sepelayanan) haruslah saling mendengar dan memahami maksud dan tujuan masing-masing," terangnya.

Jemaat kata Sekjen, menginginkan kehadiran keluarga pendetanya sebagai teladan dalam kasih dan pelayanan. Makanya, keluarga pendeta perlu diperlengkapi dengan pengetahuan dan wawasan. Agar peran keluarga pendeta boleh dirasakan keluarga dan jemaat, khususnya perempuan dan anak-anak. "Seperti yang tertulis di dalam 2 Petrus 1:5: Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan dan kepada kebajikan pengetahuan," paparnya seraya mengatakan bahwa keluarga pendeta juga punya keterbatasan, namun tangan Tuhan terulur bagi pekerjaan mereka sehingga pekerjaan mampu terlaksana dengan baik.

"Kekuatan dari dalam diri pendeta diperoleh dari keluarga, karena keluarga yang baik memiliki sikap mendukung pelayanan. Jika seorang pendeta telah menemukan seorang rekan yang telah ditetapkan Allah bagi dia, maka dia akan memiliki kesiapan dalam membangun pelayanan dalam fondasi yang teguh," tuturnya.

Turut hadir Ketua panitia Ny Gaberia Panggabean br Pardede, Ny Bishop GKPI br Situmorang, Pdt Ruth Simanungkalit, para Kadep yaitu:
Kepala Departemen Pastorat Pdt Abdul Hutauruk MTh, Kepala Departemen Aspolat Pdt Humala Lumbantobing MTh, Kepala Departemen Diakonat Pdt  Pdt Raden Samosir, Kabiro Umum dan Organisasi Pdt TMT Simamora MTh, Pendeta GKPI Resort Helvetia Pdt CP Hutagalung, Nancy Panggabean. Pembawa ibadah Pdt Dedi Situmeang dibantu Pdt Lena br Simbolon. (A10/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru