Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Kemenpar Gelar Latdas SDM Pariwisata Bagi Guru-guru SMK di Sumut

* SDM Wisata Sumut Siap, Tapi Nasib Pariwisatanya Diskriminatif dari Tahun ke Tahun
- Sabtu, 29 Juli 2017 14:41 WIB
471 view
Medan (SIB)- Sumber Daya Manusia (SDM) kepariwisataan di Sumut selama ini sudah siap untuk berbagai  sektor jasa dan usaha di semua tingkatan, namun nasib pariwasatanya masih tampak dan terasa buruk karena tindakan diskriminatif dari tahun ke tahun.

Tokoh SDM pariwisata Sumut, Masti Pencawan dari Perguruan SMK Pariwisata dan Perhotelan Pencawan Medan, menyatakan pemerintah mulai tingkat pusat hingga propinsi dan kabupaten di Sumut ini belum optimal memberdayakan SDM pariwisata dari semua lini, baik dari lingkungan SMK-SMK maupun akademi yang setara.

"Banyak fakta yang menunjukkan bahwa SDM pariwisata di Sumut ini sudah siap, baik di masa IMT-GT (mulai 1992),  AFTA 2003, bahkan MEA 2015 yang berlangsung sekarang ini. Bayangkan, delegasi magang siswa dan alumi SMK Pariwisata Pencawan ke Malaysia pada 2010 lalu menghasilkan pernyataan minat Malaysia untuk mengelola objek wisata Danau Toba secara kontrak panjang dengan komitmen akan menyekolahkan dan menguliahkan secara gratis anak-anak se-kawasan Danau Toba. Tapi karena infrastrukur dari dan ke Danau Toba buruk terus, rencana itu batal. Inilah akibat dan bukti bahwa pariwisata Sumut khususnya objek wisata Danau Toba terus terdiskriminatif oleh pemerintah pusat dari tahun ke tahun. Jadi, jangan salahkan SDM-nya kalau jumlah kunjungan Wisman ke daerah ini selalu rendah, tak pernah mencapai angka standar minimal dari tahun ke tahun," ujar Masti Pencawan di Medan, Kamis (27/7).

Dia mencetuskan hal itu dalam sesi pertama dialog pelatihan dasar (Latdas) SDM Kepariwisataan yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, di aula Aurora Hotel Grand Antares Medan. Latdas itu secara khusus diikuti para guru SMK se-Sumut dengan peserta 200-an orang, dengan thema Pembudayaan Kepariwisataan bagi Para Guru.

Tampil sebagai nara sumber, Kabid Pengembangan Standar Kompetensi Pariwisata Kemenpar RI Gentur Prayitno, Ketua Lembaga Sertifikasi Pariwisata Indonesia (LSPI) Mohammad Hamdani dan Direktur Akademi Pariwisata Medan Alexander Reyean. Dari kalangan Pemprop Sumut hadir Kabid Kerjasama Lembaga Budaya Disbudpar SU Humala Pardede mewakili Kadis Budpar, dan Plt Sekda Propsu  Ibnu S Hutomo mewakili Gubsu. Sementara Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis tidak hadir sehingga para guru selaku peserta Latdas kecewa karena tidak bisa menyampaikan aspirasi pada kesempatan itu, khususnya tentang kebijakan dan dukungan pendidikan dalam pengembangan pariwisata daerah, misalnya alokasi pendidikan darma wisata bagi sekolah-sekolah seperti tahun 1970-an.

Beberapa hal yang mencuat dalam dialog Latdas itu antara lain, perlunya pelibatan SDM lokal mulai tingkat SMK dan akademi dalam penataan objek wisata termasuk bidang infrastruktur, keharusan pemberdayaan senibudaya lokal di setiap destinasi wisata untuk menempa kesiapan SDM dan pelestarian budaya berkesinambungan, desakan agar pemerintah serius melibatkan instansi pendidikan dalam penggalangan sadar wisata yang dicanangkan sejak era Menteri Pariwisata Soesilo Soedarman.

"Kalau Sumut mau cepat berkembang dan maju dengan target awal perolehan jumlah kunjungan Wisman 1 juta orang (pada 2019), dukung SDM-SDM pariwisata di Sumut ini pada semua program dan kebijakan. Jangan posisikan SDM wisata dan masalah infrastruktur daerah ini sama-sama terdiskriminatif dari tahun ke tahun. Orang luar seperti Malaysia atau investor lainnya terus berminat kelola Danau Toba karena Danau Toba punya kriteria utama sebagai objek wisata kelas duna, kita bangsa atau pemerintah sendiri malah mengabaikannya dengan janji-janji yang tak pernah terlaksana," ujar Masti prihatin. (A04/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru