Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026

Pasca Banjir, Waspadai Ancaman Penyakit Leptospirosis

- Selasa, 05 Desember 2017 11:50 WIB
372 view
Pasca Banjir, Waspadai Ancaman Penyakit Leptospirosis
Medan (SIB) -Wilayah Provinsi Sumut beberapa hari ini diguyur hujan. Bahkan Kota Medan, Tebingtinggi dan wilayah lainnya menghadapi banjir. Kepada warga yang terkena dampak banjir tersebut diingatkan agar mewaspadai penyakit yang ditimbulkan, terutama pasca air telah surut.

Menurut dokter spesialis penyakit tropik dan infeksi, DR dr Umar Zein DTM&H KPTI, dampak yang paling rawan dialami masyarakat yang terkena banjir ialah gangguan kulit dan diare. Namun untuk pasca banjir adalah resiko dari ancaman penyakit leptospirosis.

"Itu suatu penyakit yang berhubungan dengan lingkungan pada saat banjir. Penyakit ini sangat berbahaya, cuma munculnya ketika pasca banjir karena masa inkubasi," kata Umar Zein kepada wartawan di Medan, Senin (4/12).

Leptospirosis, jelas Umar Zein yang juga konsultan penyakit tropik dan infeksi ini, merupakan suatu penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus. Sebab, kencing hewan pengerat itu mengandung bakteri, sehingga dapat menyebabkan demam yang mirip dengan Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Karena tikus mengontaminasi air, sebab ia juga kebanjiran. Leptospirosis menular melalui kulit yang terluka. Walaupun kecil tapi kumannya bisa masuk ke aliran darah," terangnya.

Jadi, ia berharap masyarakat mampu menjaga kebersihan tubuhnya kendati banjir telah surut. Selain itu, juga diimbau agar masyarakat segera melapor ke Puskesmas ketika mengalami gangguan kesehatan.

Umar Zein juga mengharapkan, agar dilakukan pemantauan dari Puskesmas setempat. Bila perlu, supaya dibuat posko kesehatan bergerak seperti ambulans yang standby di lokasi maksimal seminggu pasca banjir surut.

"Banjir ini kan sudah setiap tahun terjadi. Jadi dari segi kesehatan, Dinas Kesehatan dan jajarannya, harus turun menangani kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang terkena dampak banjir itu," katanya mengakhiri. (A17/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru