Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Perempuan PGI Kota Medan Harus Bijak Gunakan Media Sosial

- Minggu, 10 Juni 2018 16:06 WIB
304 view
Perempuan PGI Kota Medan Harus Bijak Gunakan Media Sosial
Medan (SIB)- Seminar komisi perempuan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Daerah Kota Medan (PGID Kota Medan) dengan tema 'Penggunaan Media Sosial yang Baik Bagi Perempuan Gereja' di Hotel Grand Antares Medan, berlangsung sukses dan meriah, Kamis (7/6). Acara dihadiri seratusan ibu lintas denominasi gereja, dibuka Ketua Umum PGI Kota Medan, Pdt Martin Manullang STh MM.

Pada kesempatan itu, dia berharap seminar ini dapat dijadikan pedoman bagi perempuan gereja untuk bijak dalam menggunakan media sosial, apalagi kaum perempuan merupakan seorang pendidik bagi anak-anaknya. "Gereja-Gereja dalam wadah PGI Kota Medan merasa bertanggung jawab dengan apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, apalagi kehadiran media sosial saat ini sangat mempengaruhi kehidupan manusia, yang terkadang dapat menimbulkan perbuatan yang positif maupun negatif.

Oleh karenanya, perlunya kami membekali pengetahuan untuk perempuan gereja, agar dapat menciptakan komunikasi yang baik, sehingga di manapun berada menjadi berkat kepada semua orang,"katanya. Lanjut dia, komunikasi dengan media sosial, juga dapat membuat kehidupan hubungan yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi jauh. Maka untuk menghindari hal itu, perempuan gereja harus mampu menyikapinya. "Di era teknologi canggih saat ini, banyak orang yang menyampaikan pendapatnya tanpa punya aturan, banyak orang kata-katanya menyinggung perasaan orang lain.

Tetapi sebagai wanita Kristen harus tumbuh sesuai FirmanNya, seperti yang tertulis di nats Alkitab dari Kolose 4:6, 'Hendaklah selalu kata-katamu senantiasa penuh kasih dan jangan hambar supaya kamu tahu bagaimana kamu memberi jawab kepada setiap orang'. Semoga melalui seminar ini perempuan gereja semakin bijak dalam penggunaan media sosial, "katanya.

Sementara narasumber, Lamhot Simamora SKom dalam materinya menyampaikan, media sosial dapat sangat mempengaruhi prilaku setiap orang, sebab ia juga memiliki dampak negatif, baik dari segi kesehatan, ekonomi, budaya dan rohani, sosial, dan hukum, apabila tidak bijaksana dalam penggunaannya. "Dari berbagai jenis situs jaringan di media sosial melalui gadget, pengguna lebih banyak memakai facebook, youtube, dan whatsApp. Namun perlu diketahui tidak sedikit juga informasi yang disampaikan oleh jaringan tersebut aktual dan fakta informasinya, sehingga apabila pengguna tidak dapat menyikapi berita postingan dengan baik dan bijak maka akan terprovokasi dengan berita hoax.

Dan pada akhirnya, hal itu akan mempengaruhi sifat seseorang, untuk ikut menebarkan fitnah dan yang berdampak pada diri sendiri yang harus menanggung perbuatannya , "jelasnya. Lanjutnya, untuk menghindari dampak negatif tersebut maka kaum perempuan yang merupakan sebagai kunci kesuksesan dalam berumah tangga harus tahu cara mengatasi dampak tersebut. "Ada beberapa hal yang harus dilakukan kaum perempuan gereja agar terhindar dari dampak negatif sosial media, di antaranya batasi penggunaan gadget, pergunakan gagdet pada tempatnya, sharing data secara hati-hati, sesuaikan aplikasi media sosial sesuai kebutuhan, perbanyak komunikasi secara langsung, jauhkan gadget dari tempat tidur, mengembangkan ketrampilan kaum perempuan sebelum jaman adanya gadget, dan lebih taat ibadah secara rutin, "katanya.

Sementara, Ketua Panitia Tini Eldawati Pasaribu SKep Ns, dalam laporannya menyampaikan apresiasinya kepada komisi perempuan yang sudah berperan aktif mengikuti seminar dan berharap ilmu yang telah dipaparkan narasumber boleh diterapkan di mana dan kapanpun. "Kita semua berharap semoga kegiatan ini akan terus terlaksana setiap tahunnya dan di kegiatan-kegiatan berikutnya, dan komisi kaum perempuan yang hadir lebih banyak lagi,"katanya. (A21/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru