Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

DPRDSU: Pemerintah Harus Gerak Cepat Temukan Korban KM Sinar Bangun

- Kamis, 21 Juni 2018 13:43 WIB
207 view
DPRDSU: Pemerintah Harus Gerak Cepat Temukan Korban KM Sinar Bangun
Medan (SIB)- Kalangan DPRD Sumut mendesak pemerintah c/q Dishub (Dinas Perhubungan) dan Tim SAR bersama instansi lainnya untuk bergerak cepat  menemukan para penumpang korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba.

Hal ini disampaikan anggota Komisi D DPRD Sumut Dra Baskami Ginting dan anggota DPRD Sumut dari dapil (daerah pemilihan) Sumut IX (Taput, Tobasa, Samosir, Humbahas, Tapteng dan Sibolga) Ir Juliski Simorangkir MM kepada wartawan, Rabu (20/6) di Medan, menanggapi masih banyaknya penumpang korban KM Sinar Bangun yang belum ditemukan.

Baskami mengatakan, saat ini yang harus dilakukan mencari semua penumpang yang belum ditemukan, baik yang sudah tewas maupun masih hidup, karena dari data korban yang beredar di media sosial, masih ada seratus orang lebih yang hilang, seorang tewas dan 18 orang selamat.

"Kita tidak tahu berapa sebenarnya penumpang yang selamat dan berapa yang hilang. Dinas Perhubungan Provinsi dan kabupaten  dan tim penyelamatan lainnya harus bekerja sama memberikan data akurat dan mengumumkannya, karena masyarakat saat ini harap-harap cemas guna mengetahui keluarganya," ujar Baskami.

Menanggulangi musibah tersebut, Politisi PDI Perjuangan ini mengapresiasi pemerintah daerah provinsi dan kabupaten yang telah membentuk tim penanganan dan penyelamatan bersama TNI dan tim SAR. "Setelah semua penumpang ditemukan, baru dilakukan investigasi terhadap penyebab kapal tersebut tenggelam. Pengusaha kapal penyeberangan tersebut tidak bisa lepas tangan, tapi harus ikut bertanggungjawab," ujarnya lagi.

Hal serupa juga diungkapkan Juliski Simorangkir dan ke depannya pemerintah harus mensiagakan kapal patroli khusus di beberapa titik kawasan Danau Toba guna memantau dan mengawasi setiap jalur penyeberangan kapal penumpang dan barang. "Sudah seharusnya disiagakan kapal khusus mengawasi setiap kapal yang menyeberang dari pelabuhan ke pelabuhan lain, agar masyarakat menggunakan kapal di perairan Danau Toba lebih nyaman," ujar Juliski.

Jika terjadi kecelakaan di perairan Danau Toba, lanjut anggota F-PKB ini, dapat diketahui dengan cepat dan memberi bantuan penyelamatan terhadap para penumpang, sehingga tidak berusaha berenang menyelamatkan diri menunggu bantuan, seperti yang terjadi terhadap penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam.

Menurut Ketua DPP PKPI Sumut ini, sudah seharusnya kapal-kapal penyeberangan di Danau Toba dilengkapi peralatan canggih berupa alat komunikasi penghubung ke pusat control komunikasi dan informasi yang mengawasi jalur penyebrangan. Apalagi Danau Toba termasuk destinasi pariwisata internasional, peralatan canggih harus dimiliki tanpa terkecuali.

"Satu hal yang perlu jadi perhatian, masalah kelaikan kapal-kapal yang beroperasi di perairan Danau Toba. Jika kapal dianggap sudah tidak laik, masukkan ke dok dan dilarang beroperasi. Jika dipaksakan beroperasi, silahkan diberikan sanksi demi keselamatan penumpang," tambahnya. (A03/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru