Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 21 Februari 2026

Orangtua Casis Bintara Polri 2018 Kecewa Anaknya Disebut Buta Warna

- Minggu, 29 Juli 2018 11:41 WIB
650 view
Orangtua Casis Bintara Polri 2018 Kecewa Anaknya Disebut Buta Warna
Medan (SIB) -Fa'aro Bazatulo Harefa orangtua dari Chandra Harefa, calon siswa (Casis) Bintara Polri Tahun Anggaran 2018 mengaku sangat kecewa. Pasalnya, pihak Panitia Seleksi (Pansel) Polda Sumut menggugurkan anaknya dengan alasan buta warna parseal (hijau) dengan nilai status kesehatan kurang sekali (K2). Padahal sepengetahuan dia anaknya tidak ada gangguan dengan matanya.

Fa'aro juga sudah membawa anaknya ke rumah sakit spesialis mata. "Saya selaku orangtua Chandra menilai ada dugaan kecurangan dalam tahapan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) yang dikeluarkan Panitia Seleksi Polda Sumut yang menyatakan anak saya mengalami buta warna parseal (hijau) dengan nilai status kesehatan kurang sekali (K2)," ungkap Fa'aro Bazatulo Harefa kepada wartawan di Jalan Gereja/Jalan Sampali Medan, Kamis (26/7).

Atas adanya Rikkes panitia seleksi yang dinilainya janggal, Fa'aro Bazatulo Harefa meminta agar Kapoldasu bijak dalam hal ini. "Diduga surat yang dikeluarkan panitia seleksi Polda Sumut perihal hasil Rikkes Suvervisi mengatakan anak saya buta warna (Persial) hijau kurang sekali itu menyalahi prosedur," terang orangtua Chandra.

Fa'aro Bazatulo Harefa kepada wartawan menceritakan bahwa Chandra Feli Harefa mendaftar Bintara di Polres Nias. "Anak saya sudah lulus tahapan di Polres Nias, yaitu pemeriksaan berkas, tes psikologi tahap pertama, tes kesehatan tahap pertama dan tes jasmani. Dalam tes kesehatan itu juga ada pemeriksaan mata dan anak saya lulus," tambah Fa'aro.

Kemudian, sambungnya, setelah melewati beberapa tahapan, ada sekitar 78 calon siswa yang lulus dari Polres Nias dan dikirim ke Polda Sumut. "Selanjutnya, dilakukan lagi beberapa tes maupun ujian di Medan, di antaranya tes akedemik, disitu bersisa 70 orang dan anak saya lulus juga," tuturnya.

Setelah itu, dilakukan tes kesehatan tahap dua dan dilakukan tes seleksi Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) dan wawancara psikologi tahap II, di tahapan itu bersisa 58 peserta. "Kemudian ada penentuan sidang lulus sementara dan ada nilai rangking dan peserta, dari 58 yang lulus sebelumnya menjadi 37 peserta, bahkan anak saya Chandra mendapat rangking 6. Namun besoknya dilakukan kembali suvervisi kesehatan yang menyatakan bahwa anak saya tidak lulus karena dinilai/menemukan hal khusus yaitu Buta Warna Parseal (hijau) dengan nilai status kesehatan kurang sekali (K2)," ujarnya menjelaskan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SIK ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon selularnya mengatakan akan mengecek informasi itu. "Saya akan cek kebenaran informasi itu, sekarang ini penerimaan Polri sudah transparan dan bersih," ungkapnya. (A18/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru