Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026
Bayi yang Divaksinasi Baru 1,2 %

Dinkes Sumut Belum Terima Laporan KIPI MR

- Minggu, 05 Agustus 2018 13:18 WIB
242 view
Dinkes Sumut Belum Terima Laporan KIPI MR
Medan (SIB)- Sampai saat ini, Dinas Kesehatan Sumut belum ada menerima laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Measles Rubella (KIPI MR) dari kabupaten/kota. Diketahui, realisasi bayi/anak (9 bulan-15 tahun) yang divaksinasi MR baru mencapai 50.035 orang atau 1,2% dari total target sasaran di Sumut sebanyak 4.291.857 orang.

Hal ini diungkapkan Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Sumut dr NG Hikmet kepada wartawan di sela-sela acara Peningkatan Kapasitas Petugas Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Tingkat Provinsi Sumut, Kamis (2/8).

Seiring berjalannya imunisasi massal MR di Sumut, beredar pula di Medsos berita tahun lalu ketika Imunisasi MR dilakukan di Pulau Jawa. Dalam berita tersebut, seorang anak berusia 11 tahun Gina Naziba Yasmin, meninggal usai imunisasi MR. Sebelum meninggal, Guna mengalami kelumpuhan.

Menjawab hal ini, dr NG Hikmet menyebutkan peristiwa di Bogor itu terjadi tahun 2017 lalu, dan sudah dikonfirmasi Pokja KIPI dan Komda KIPI daerah tersebut. "Setelah dikonfirmasi, belum tentu meninggal karena MR tetapi diduga ada sakit lain. Hal ini terungkap dalam pertemuan di Jakarta tahun lalu," ungkap Hikmet.
Selain itu, beredar juga imbauan dari MUI Kepulauan Riau yang mengimbau umat Islam tidak mengikuti imunisasi MR tersebut, karena vaksin MR belum bersertifikat halal dan meminta agar ditunda. Akibatnya, masyarakat ragu anaknya diimunisasi.

Menanggapi hal ini, Hikmet menyayangkan pernyataan tersebut. Dia menyarankan, sebaiknya diskusi dulu sebelum membuat pernyataan. "Imunisasi ini program Kemenkes kami hanya menjalankan program Kemenkes. Semua keputusan ada di pusat," imbuhnya.

Target sasaran imunisasi harus tercapai. Sebab, kalau tidak mencapai maka kekebalan massal tidak tercapai sehingga ada peluang penyakit campak dan rubella tersebut berjangkit dan menular di masyarakat Sumut. "Virus ini tidak ada obatnya ketika sudah terjangkit ke anak kita. Kita obati itu infeksi sekunder dan tahan tubuhnya. Sebab daya tahan tubuhnya sendiri yang membentuk antibodi untuk membunuh virusnya sendiri," ungkapnya.

Akibat dari virus Rubella ini, lanjutnya, maka anak akan bisa mengalami buta, tuli, cacat lahir dan lainnya. "Niat dari pemerintah khususnya Kemenkes hanya agar kita terbebas dari campak dan rubella. Macam kita dari dinas kesehatan bukan ada keuntungan apa-apa tapi hanya betul untuk kemaslahatan umat, kita bisa eliminasi penyakit MR ini," ujarnya.

Terkait acara Peningkatan Kapasitas Petugas Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Tingkat Provinsi Sumut, Hikmet menjawab agar ada kesamaan persepsi dalam menangani kasus KIPI seperti alergi, bengkak dan bernanah di lokasi tubuh yang disuntik vaksin, demam dan lainnya. (A17/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru