Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Produksi Padi Sumut Diharapkan 7 Ton/Tahun, Pemprovsu Berterima-kasih kepada Kementan

- Jumat, 24 Agustus 2018 15:38 WIB
333 view
Medan (SIB)- Program Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di Provinsi Sumatera Utara. Produksi padi tahun 2017 yang mencapai 5,1 ton diharapkan terus meningkat menjadi 7 ton/tahun.

Hal tersebut disampaikan Pj Gubsu Drs Eko Subowo MBA dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekdaprovsu Dr Ir Hj R Sabrina MSi pada acara Pembukaan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Upsus Pajale tahun 2018 Provsu, Selasa (21/8) di Hotel LE Polonia Jalan Jenderal Sudirman Medan.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam 4 tahun terakhir pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah melaksanakan program Upsus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Syukur alhamdulillah dari pelaksanaan program Upsus Pajale tersebut telah meningkatkan produksi Sumatera Utara pada peringkat 5 nasional, yang sebelumnya diduduki Sumatera Selatan," ujarnya.

Untuk itu, katanya, Pemprovsu mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian yang telah memberikan perhatian yang sangat besar kepada Sumatera Utara dengan mengalokasikan berbagai bantuan untuk para petani dalam mendukung peningkatan produksi, seperti perbaikan jaringan irigasi, pemberian bantuan pupuk, benih, Alsintan dan penguatan penyuluhan.

Daerah ini juga, lanjut dia, memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan pertanian tanaman pangan dan hortikultura. "Dalam 3 tahun terakhir ini berbagai prestasi yang sudah dicapai antara lain peningkatan produksi padi rata-rata 13,82 persen per tahun, jagung 16,71 persen, kedelai 12,10 persen, bawang merah 35,39 persen dan cabai merah 2,55 persen," tuturnya.

Berdasarkan Angka Ramalan 1 BPS, kata Pj Gubsu, diperkirakan produksi padi Sumut tahun 2018 adalah 5.311.673 ton (naik 3,42 persen) dibandingkan tahun 2017 dengan luas panen 1.041.420 ha (naik 5,40 persen). Untuk komoditi jagung diperkirakan 1.757.126 ton (naik 0,91 persen)  dibanding tahun 2017, dengan luas panen 293.388 ha (meningkat 3,94 persen). 

"Sedangkan untuk komoditi kedelai diperkirakan mencapai 32.758 ton (meningkat 321,16 persen) dibandingkan dengan tahun 2017, dengan luas panen 25.950 ha (meningkat 332 persen)," katanya.

Terkait dengan evaluasi pelaksanaan Upsus Pajale tahun 2018 Provsu, katanya, perlu disampaikan bahwa periode tanam Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018, realisasi pertanaman telah mencapai 535.230 ha atau sebesar 89,35 persen, ini berarti untuk periode Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018 masih terdapat kekurangan seluas 63.809 ha yang harus ditutupi pada periode April sampai September 2018.

"Untuk komoditi jagung telah terealisasi seluas 155.899 ha atau sebesar 80,18 persen, ini berarti tertinggal 38.527 ha yang juga harus ditutupi pada periode April-September 2018. Demikian juga dengan komoditi kedelai telah terealisasi seluas 21.384 ha atau 55,49 persen dan ini berarti tertinggal seluas 17.153 ha," paparnya. (A11/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru