Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026
Meski Diganggu Hama dan Anomali Iklim

Dinas Pertanian Deliserdang Optimis Mampu Pertahankan Swasembada Beras

- Senin, 27 Agustus 2018 12:17 WIB
455 view
Lubukpakam (SIB) -Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Deliserdang Ir H Syamsul Bahri MA melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Ir Hasan Basri Harahap MMA kepada SIB mengatakan, sepanjang tahun 2018 petani dihadapkan kepada persoalan anomali (tidak normal-red) iklim, Jumat (24/8). Dampak anomali iklim terhadap lahan yang beririgasi mengakibatkan debit airnya sangat kurang sedangkan pada lahan tadah hujan otomatis pertanaman tidak dapat dilakukan secara serentak, sehingga memicu perkembangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Dengan kondisi itu, pihaknya masih optimis pada tahun 2018 bahwa Kabupaten Deliserdang masih akan mampu memertahankan swasembada beras. 

"Anomali iklim yang dialami petani terjadi pada Musim Tanam (MT) pertama (Januari-Juni). Sedangkan pada MT kedua (Juli-Desember) ini akan kita maksimalkan pertanaman dalam rangka memertahankan swasembada beras, minimal menyamai produksi tahun 2017 lalu yaitu 514.673 ton gabah kering giling (GKG) dengan surplus sebesar 57.935 ton beras," kata Hasan.

Permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani, tutur Hasan, petani kewalahan membasmi OPT yang menyerang tanaman padi terutama wereng batang coklat (WBC), penggerak batang, kresek dan tikus. Hal itu diketahui dengan banyaknya laporan Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dari hampir setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Deliserdang.

"Untuk mengatasi permasalahan itu, Pemkab Deliserdang sudah banyak membantu pestisida sesuai yang dimohonkan kelompok tani dan rekomendasi petugas OPT di setiap kecamatan serta selalu dikoordinasikan dengan kordinator POPT Provsu. Dan mengajak para petani untuk melakukan penyemprotan bersama dengan gerakan massal bersama-sama petugas lapangan," terang Hasan.

Selain mengatasi OPT, pihaknya juga berupaya memberikan pompa air kepada kelompok tani yang lahannya dekat dengan sumber air yang berasal dari APBD Kabupaten maupun bantuan pemerintah provinsi dan pusat. "Ke depan, diimbau kepada kelompok tani/petani supaya melaksanakan tanam serentak, pemilihan varietas benih yang tahan terhadap OPT dan disesuaikan dengan musim tanamnya, untuk Ciherang tidak dianjurkan pada MT yang curah hujannya tinggi (MT.okmart)," ajak Hasan.

Ditambahkan, disamping pemilihan varietas benih pemupukan berimbang juga dianjurkan dalam pemakaian pupuk bersubsidi agar kelompok tani menyiapkan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) ke kios terdekat sebagai dasar mendapatkan pupuk. Satu bulan sebelum tanam, RDKK haruslah sudah di kios penyalur. 

Khusus untuk mengendalikan OPT padi sawah terutama hama wereng batang coklat, diharapkan agar POPT benar-benar melaksanakan pengamatan, pelaporan dan segera memberi rekomendasi pengendalian kepada petani dengan 6 azas yaitu tepat waktu, jenis, sasaran, jumlah/dosis, mutu dan alat. (C06/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru