Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Uskup Agung Orthodox Singapura dan Asia Tenggara Sebut Indonesia Contoh Kebhinekaan

- Senin, 27 Agustus 2018 12:30 WIB
13.314 view
Uskup Agung Orthodox Singapura dan Asia Tenggara Sebut Indonesia Contoh Kebhinekaan
SIB/Dok
WISUDA STT PAULUS MEDAN : Uskup Agung Gereja Orthodox Metropolitan of Singapore and Southeast Asia Mgr Konstantinos Tsilis (kiri) memberi sambutan di Wisuda ke-XII Sekolah Tinggi Theologi ‘Paulus’ Medan Pascasarjana dan Sarjana (kanan), Sabtu (25/8) di Ho
Medan (SIB) -Uskup Agung Gereja Orthodox Metropolitan of Singapore and Southeast Asia Mgr Konstantinos Tsilis mengajak semua orang untuk saling berpegang tangan dalam menata kehidupan ke depan. Dalam konteks Indonesia, Mgr Konstantinos menegaskan, Nusantara dapat merawat dan menjadi contoh kebhinnekaan. Penegasan tersebut diutarakan dalam sambutan di Wisuda XII Sekolah Tinggi Theologi 'Paulus' Medan Pascasarjana dan Sarjana, Sabtu (25/8) di Hotel Danau Toba Internasional Medan.

Dalam sambutan berbahasa Yunani yang dialihbahasakan  Adolfina Elisabeth Koamaesakh, Uskup Agung Orthodox mengatakan, Indonesia adalah satu kawasan indah, tempat setiap individu bebas mengikuti keyakinannya dalam beragama.

Ketua STT Paulus Medan Dr Parluhutan Manalu MTh MM mengatakan, wisuda itu kali kedua tahun 2018. Sebagaimana tuntutan global, ujarnya, yang menyelesaikan pendidikan di STT Paulus Medan harus memiliki kualitas lebih seperti dalam berbahasa untuk komunikasi lebih maksimal. 

Ia menunjuk tantangan dalam kehidupan beragama dan berbangsa ke depan yang lebih kompleks sebab pesaingan global. "Peran para individu yang punya komitmen pada kehidupan religius sangat penting mewujudkan kehidupan yang bermartabat dan sejahtera," ujar Pater  Parluhutan Manalu.

Ketua Panitia Wisuda Mape Gultom MPdK melaporkan, wisuda kali ini mencakup pascasarjana dan sarjana dalam tema Pemimpin yang Ideal (keluaran 18: 21) dan subtema Bersama Pemimpin yang Ideal, Kita Wujudkan Indonesia yang Sejahtera.

Sebelum seremoni pelepasan kelulusan diadakan kebaktian penuh yang dipimpin Uskup Agung Gereja Orthodox Metropolitan of Singapore and Southeast Asia Mgr Konstantinos Tsilis. Hadir di kegiatan tersebut para orangmuda kreatif khususnya dari lingkungan Gereja Orthodox seperti Ketua Yayasan Sahabat Iman Orthodox dr Sotiria Thiozoisu Manalu, Kabid Bimas Kristen Depagsu Dr Hasudungan Simatupang MPd serta sejumlah imam Orthodox dari kawan Keuskupan Orthodox. Menyusul itu  digelar seminar nasional yang mengupas soal Pemimpin Ideal dengan pembicara utama Dr Adolfina Elisabeth Koamesakh MTh MHum.

Menurutnya, usia Indonesia memasuki tahun ke-74 dipenuhi ragam persoalan yang harus diselesaikan. Yang paling menyedot energi adalah tahun penetrasi politik di mana ada kecenderungan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

Perempuan cendikiawan Kristen itu menunjuk fenomena kondisi di Sumut di mana lebih dari sebagian anggota legislatifnya tersandung kasus hukum terkait korupsi. Adolfina Koamesakh merujuk pembagian jenis pemimpin seperti diutarakan Plato yakni kelas individu atau pemimpin yang loyalis konstitusi, pemimpin dengan kapasitas administrasi yang besar dan pemimpin dengan nilai kehormatan dan keadilan. "Kita sebagai konstituen yang menilai. Nilailah dengan hati nurani dan pilihnya pemimpin terideal," tegasnya. (R10/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru