Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Maret 2026

Bangun Kerjasama Pengembangan Pendidikan Vokasi Akuntansi

* Politeknik WBI Gelar Seminar Nasional
- Selasa, 28 Agustus 2018 17:11 WIB
359 view
Bangun Kerjasama Pengembangan Pendidikan Vokasi Akuntansi
SIB/Dok
FOTO BERSAMA : Para peserta dan pembicara usai mengikuti workshop dan seminar nasional forum vokasi akuntansi di kampus tersebut Jalan Kapten Batu Sihombing Medan Estate, Deli Serdang.
Medan (SIB) -Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (Politeknik WBI) menggelar workshop dan seminar nasional forum vokasi akuntansi (FVA) di kampus tersebut Jalan Kapten Batu Sihombing Medan Estate, Deli Serdang.

"Forum ini dibentuk untuk membangun kerjasama dalam pengembangan pendidikan vokasi akuntansi yang beranggotakan seluruh perguruan tinggi yang memiliki pendidikan vokasi di bidang akuntansi D3 maupun D4 (Sarjana Terapan) baik perguruan tinggi negeri maupun swasta," kata Aldon Sinaga, Sabtu (25/8).
Disebutkan Aldon, kegiatan yang diselenggarakan Prodi Akuntansi Perpajakan (PSAP) Politeknik WBI bekerja sama dengan FVA ini merupakan pertama dilaksanakan di Sumut. Seminar yang bertema 'tantangan dan peluang pengembangan akuntansi di Indonesia era industri 4.0' itu diadakan selama dua hari (9-10/8)

"Kegiatan ini menjadi kebanggaan tersendiri karena Politeknik WBI khususnya prodi akuntansi perpajakan walaupun masih baru sudah dipercaya sebagai host penyelenggara seminar dalam skala nasional," tutur Aldon Sinaga.

Menurutnya, hal ini juga menunjukkan upaya prodi akuntansi perpajakan untuk membangun kompetensinya dalam skala nasional.

Dia berharap melalui seminar ini, prodi akuntansi perpajakan Politeknik WBI semakin dikenal di masyarakat dan juga mampu menyetarakan diri dengan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang memiliki reputasi yang baik di Indonesia.

Ketua Forum Vokasi Akuntansi, Faiz Zamzami SE MAcc QIA menuturkan, sesuai dengan temanya, seminar dan workshop ini menurutnya penting bagi pengelola pendidikan vokasi untuk mempersiapkan desain kurikulum yang lebih up to date.

"Memasuki era Revolusi industri ini diharapkan para lulusan yang kita siapkan diharapkan memiliki keunggulan kompetitif yaitu penguasaan atas keterampilan khusus," katanya.

Tampil sebagai narasumber Megawati Santoso PhD yang merupakan Vice Chair of ASEAN Qualifications Reference Framework (AQRF) Committe, dosen ITB, dan juga Academic Advisor Politeknik WBI.

Prof Dr Hj Nunuy Nur Afiah SE MSi Ak CA (Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik, Guru Besar Akuntansi Universitas Padjadjaran).
Selain itu, tampil juga Prof Djoko Suhardjanto Mcom (HONS) PhD (Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), Guru Besar Akuntansi Universitas Sebelas Maret).

Dalam materinya, Megawati Santoso, PhD menuturkan globalisasi dan era Industri 4.0 mengharuskan akuntabilitas program studi serta kurikulum yang berbasis capaian (outcome).

"Proses pendidikan baik kuliah, praktik, kerja lapangan yang dilakukan dalam proses pembelajaran harus mencakup ranah sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Untuk itu, setiap lulusan harus mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang terstandarisasi," kata Megawati.

Sedangkan Prof Dr Hj Nunuy Nur Afiah berpendapat era industri 4.0 merupakan era dimana mayoritas sistem industrialisasi berbasis otomasi, termasuk didalamnya sistem pengelolaan data perusahaan.

Prof Djoko Suhardjanto menuturkan dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi industri 4.0, perguruan tinggi juga harus memenuhi standar akreditasi yang dilakukan BAN-PT.

Workshop dan seminar dihadiri 31 pemakalah yang menyampaikan hasil penelitian dengan peserta 210 orang dari 30 perguruan tinggi di Indonesia. (R6/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru