Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026

BI Medan dan BPODT Gelar Dialog Kebijakan Moneter Pengembangan Pariwisata Sumut

- Jumat, 14 September 2018 11:28 WIB
426 view
Medan (SIB) -Target perolehan kunjungan Wisman sebanyak 1 juta orang pada 2019 masih tetap diprioritaskan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dengan sembilan strategi utama yang meliputi 3 program pada agenda atraksi, 3 program pada agenda aksesibilitas dan tiga program pada agenda amenitas.

Direktur Utama BPODT Ir Arie Prasetyo MAUD IAI, menyatakan aksi pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba belakangan ini menunjukkan hasil positif di lapangan yang langsung diakses dan diapresiasi kalangan calon turis di mancanegara, misalnya pengadaan kapal pesiar yang saat ini dikerjakan di dermaga Porsea, kedatangan kapal pesiar dengan Wisman yang mendarat di Pelabuhan Kualatanjung, penambahan armada dan jadwal terbang langsung rute internasional dari dan ke bandara Silangit yang kini dinamai Bandara Raja Sisingamangaraja XII, dan realisasi lainnya.

"Kita di BPODT masih tetap mengagendakan ke-9 langkah strategi prioritas dalam pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba, sebagai bagian dari langkah pencapaian target kunjungan Wisman 1 juta orang pada 2019 nanti. Ke-9 langkah strategi itu meliputi item-item untuk aksi Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas," ujar Arie Prasetyo, Kamis (13/9).

Dia mengutarakan hal itu dalam temu dialog Diseminasi Kebijakan Moneter dalam Penguatan Perekonomian Eskternal untuk Pengembangan Pariwisata, yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Medan dan BPODT, di aula BI Medan.  

Tampil sebagai pembicara pada dialog itu, Direktur Eksekutif Departemen Regional I BI, BP Suahedi, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Reza Anglingkusuma dan Arie Prasetyo Diorut BPODT, dengan moderator Leonard Samosir dari Metro TV.

Hadir di acara itu Sekdaprovsu Sabrina mewakili Gubsu, para pejabat setingkat SKPD (Bappeda dan para Kadis Pariwisata) dari Pemkab dan Pemko se-Sumut yang mewakili para kepala daerah masing-masing, dan sejumlah perwakilan dunia usaha serta praktisi bisnis terkait pariwisata.

Suahedi dan Reza dari BI antara lain memaparkan kondisi ekonomi domestik Indonesia yang masih tetap stabil dan optimis walau perekonomian dunia saat ini masih dilanda divergensi yang menimbulkan ketidakpastian moneter akibat perseteruan ekonomi AS dengan Jepang, Eropa dan Tiongkok. Bahwa ekonomi AS kini melejit dengan pertumbuhan ekonomi 2,9 persen saat ini (2018), sementara Eropa 2,2 persen, Jepang 1 persen dan Tiongkok di bawah 1 persen.

Sementara Sekdaprovsu dalam sambutan mengutarakan salah satu instrumen atau upaya peningkatan kunjungan Wisman, termasuk target 1 juta Wisman pada 2019 nanti adalah program pengajuan dan penerapan Danau Toba sebagai objek geopark dunia yang akan terdaftar di UGG-UNESCO. Sedangkan untuk peluang kunjungan turis domestik atau wisatawan nusantara, Sumut saat ini sedang finalisasi persiapan pelaksanaan MTQ nasional di Medan dan Deliserdang pada Oktober nanti.

Lalu, publik dari kalangan pariwisata di Sumut menilai kinerja untuk meraih target kunjungan Wisman 1 juta orang pada 2019 mendatang perlu dukungan eksternal seperti kalangan konsultan dan praktisi IT dalam teknis pelaksanaan pomosi mancanegara.

Praktisi bisnis IT Mahendra Sitepu selaku pemerhati pariwisata Sumut dan Ganda Manalu dari Pemkab Deliserdang, dengan senada menyatakan jumlah atau angka kunjungan Wisman ke Sumut pada tahun lalu (2017) ternyata masih di bawah 300.000 orang, tepatnya hanya 260.000-an orang saja, sehingga perlu tindak terobosan khusus yang luar biasa agar pada tahun 2018 ini bisa mencapai duakaoi lipat dari angka kunjungan tahun lalu, atau minimal 500.000 orang Wisman.

"Untuk mencapai target 1 juta Wisman pada 2019 nanti, atau katakanlah peningkatan yang siginifikan dari angka yang masih 260.000-an sekarang ini, ada baiknya pemerintah dalam hal ini badan otorita (BPODT) melibatkan kalangan konsultan dalam pengembangan promosi pariwisata untuk memerkuat instrumen promosi yang sudah ada," ujar Mahendra Sitepu, Kamis (13/9).

Hal senada juga dicetuskan Manalu dari Pemkab Deliserdang yang memaparkan potensi koneksitas bandara Kualanamu dengan destinasi Danau Toba, baik sebelum mauopun sesudah bandara di Silangit berfungsi sebagai bandara internasional yang beroperasi reguler, bahwa target peningkatan kunjungan Wisman ke Sumut juga harus dibarengi dengan pertambahan masa tinggal atau waktu kunjungan (length of stay) para turis mancanegara.

"Kita memang jangan hanya terpaku pada upaya peningkatan jumlah Wisman saja, apalagi dengan target hingga 1 juta Wisman pada 2019 nanti, tapi kita juga perlu upayakan strategi agar masa tinggal atau length of stay para turis itu bertambah agar jumlah uang atau volume belanja para turis itu meningkat sebagai devisa atau pendapatan perkapita di daerah ini," katanya optimis. (A04/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru