Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Hujan Deras Rendam Pemukiman di Dolokmerawan, Dinding Madrasah Tsanawiyah Roboh

- Senin, 17 September 2018 12:33 WIB
294 view
Hujan Deras Rendam Pemukiman di Dolokmerawan, Dinding Madrasah Tsanawiyah Roboh
SIB/Rimpun H Sihombing
ROBOH : Kepala Sekolah MTs YPSLI, H Sujono saat menunjukkan dinding ruang belajar yang roboh akibat banjir, Minggu (16/9).
Sergai (SIB)- Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Serdangbedagai (Sergai), Sabtu (15/9) malam merendam pemukiman penduduk. Bahkan dinding ruang belajar kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Pembangunan Sekolah Lanjutan Islam (YPSLI) di Dusun I Desa Dolokmerawan, Kecamatan Dolokmerawan, Sergai roboh.

Selain merobohkan dinding ruang belajar, banjir juga merusak beberapa peralatan elektronik berupa komputer dan buku-buku yang ada di ruang perpustakaan serta peralatan praktek di ruang laboratorium milik sekolah tersebut.

Pantauan SIB di lokasi, Minggu (16/9) siang, kondisi air sudah mulai surut. Tampak puing-puing bangunan sekolah berserakan dan pihak sekolah serta beberapa warga terlihat sibuk membersihkan rumahnya dari lumpur sisa-sisa banjir.

Kepala Sekolah MTs YPSLI, H Sujono kepada SIB menyebutkan pada Sabtu (15/9) sekira pukul 21.00 WIB, air hujan mulai masuk dan menggenangi lantai ruang belajar sekolah mereka. Kemudian, saat hujan lebat turun, persisnya sekira pukul 22.00 WIB, air mulai merendam sekolah hingga ketinggian 1 meter.

"Puncaknya sekira pukul 00.00 WIB, ketinggian air makin meningkat hingga 2 meter. Saat itu lah, dinding belakang dua ruang belajar rubuh dan beberapa peralatan sekolah yang kebetulan berdekatan dengan parit, hanyut terbawa arus air yang sangat deras. Beruntung, air mulai surut pada pukul 02.00 WIB," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, Camat Dolokmerawan, Perangkat Desa maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai sudah turun ke lokasi guna mengecek dan mendata para korban banjir  di daerah tersebut.

Dia berharap, Pemkab Sergai  dapat segera memberi bantuan, agar para siswa bisa melanjutkan proses belajar seperti sedia kala. "Untuk sementara, agar proses belajar siswa tetap berlanjut, para siswa akan belajar di ruangan yang selama ini berfungsi sebagai gudang, menunggu RKB yang rusak diperbaiki," terangnya.

Terpisah, Kepala Desa Dolokmerawan Pujiono saat dihubungi SIB melalui telepon selulernya mengakui tiga belas rumah warganya terendam dan satu gedung sekolah rusak akibat banjir tersebut. Dikatakannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Sergai guna memberi bantuan kepada para korban banjir.

"Untuk sementara masih didata. Selanjutnya mungkin diturunkan bantuan logistik dan akan dilakukan pengerukan sungai guna mencegah banjir," kata Kades. (C02/MRF/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru