Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Tim KARS Lakukan Penilaian SNARS di RS Sari Mutiara

- Kamis, 27 September 2018 11:20 WIB
538 view
Tim KARS Lakukan Penilaian SNARS di RS Sari Mutiara
SIB/Leo Bukit
WAWANCARA: Dewan Pengawas RSU Sari Mutiara Medan dr Tuahman Purba SpAn dan Ketua Komite RSU Sari Mutiara Medan dr Tahim Solin MMR saat diwawancarai, Rabu (26/9).
Medan (SIB) -Tim surveior Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Pusat melakukan penilaian Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi I/2018, selama empat hari (tanggal 26-29 September 2018) di Rumah Sakit Umum (RSU) Sari Mutiara Medan, Rabu (26/9).

Dewan Pengawas RSU Sari Mutiara dr Tuahman Purba SpAn mengatakan rumah sakit ini telah mendapatkan akreditasi dari tahun 2012, 2015 dan tahun 2018 rekakreditasi SNARS. "Kita masih ada kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki ke depannya, karena penilaian akreditasi 2012 dan akreditasi SNARS 2018 ada perbedaan," katanya.

Ia menyebutkan salah satu perbedaannya antara lain penilaian lebih merinci kepada pelayanan terhadap pasien dan dokter penanggung jawab pasien (DPJP). "Apa yang dilakukan DPJP harus dibuktikan dengan SOP. Penilaian dulu itu sifatnya hanya wawancara, sekarang ini diminta bukti SOP-nya," ungkapnya.

Tuahman mengaku tujuan SNARS sangat berguna bagi perbaikan pelayanan yang diberikan rumah sakit sesuai standar profesi di Indonesia.

Tampak hadir menerima tim KARS itu Ketua Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba SH, Direktur RSU Sari Mutiara Medan dr Saiful Ramadan MKes, Ketua Komite RSU Sari Mutiara Medan dr Tahim Solin MMR, perwakilan Dinkes Sumut dan Dinkes Medan.

Saiful Ramadhan menambahkan pihaknya melakukan reakreditasi melalui SNARS edisi I/2018, untuk meraih akreditasi tingkat Madya (Bintang 3). "Sebelumnya kita meraih akreditasi tingkat dasar (bintang 2). Target tahun ini kita meraih naik satu bintang menjadi bintang tiga (Madya)," sebutnya.

Sedangkan Tahim Solin menambahkan ada perubahan akreditasi rumah sakit seluruh Indonesia dengan program SNARS I/2018. Akreditasi ini merupakan kewajiban dari pemilik (owner) untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien yang diberikan rumah sakit. "Di sini ada perubahan paradigma. Dulu fokus kepada dokter, sekarang fokus kepada pasien (pelayanan)," tuturnya.

Dalam kesempatan ini nantinya, pasien dapat menyampaikan tentang kesehatan dan psikologisnya. "Tugas kami dari rumah sakit akan menyiapkan tim yang dapat menangani pelayanan sampai pasien puas mengetahui penyakitnya," ucapnya.

Pihaknya akan membentuk tim edukasi pelayanan untuk pasien dan keluarga sebelum melakukan pendaftaran. Begitu juga dengan kunjungan dokter harus sesuai jadwal yang telah ditentukan. "Dalam akreditasi SNARS ini, dokter diwajibkan visit walaupun di hari libur. Tidak bisa "onall". Dokter yang melanggarnya, kita berikan edukasi, tetap juga dilanggar, ya dikeluarkan karena ini untuk kepentingan pasien," tegasnya. (A17/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa