Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Februari 2026
Berbagi Kasih di Panti Asuhan

Bishop GMI Wilayah I Doakan Jemaat Gereja yang Disegel di Jambi

- Minggu, 07 Oktober 2018 11:16 WIB
361 view
Medan (SIB) -Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Kristi Wilson Sinurat STh MPd bersama sejumlah pendeta serta warga jemaat mengunjungi Panti Asuhan Bait Allah dan Taman Getsemani Kasih, Jumat (5/10). Dalam kunjungan itu rombongan pendeta juga memberikan paket bantuan Sembako.

Rombongan terdiri dari Pimpinan Distrik 2 DS Pdt Guntur Ginting STh, Pdt James Gurning STh MM, Ketua Yayasan PGMI Pdt Binran Sipayung, Pdt Bennet Sihombing, Pdt Runggu Hutauruk, Drs Binsar Sitorus, Drs Humuntal Rumapea MKom dan pimpinan PKMI 8 Drs Jatongam Nainggolan. 

Di hadapan anak-anak panti asuhan, Bishop Kristi yang didampingi istrinya Pdt Nettina Samosir menceritakan kisah hidupnya saat kanak-kanak dulu yang telah ditinggalkan ayahnya ketika masih berusia enam tahun. "Di usia yang masih muda, saya harus bekerja keras membantu ibu bekerja. Saya sudah pernah bekerja di perkebunan kelapa sawit," jelasnya.

Ketiadaan sosok seorang ayah di tengah-tengah keluarga, katanya, bukanlah menjadi halangan baginya untuk mencapai cita-cita. "Itu karena saya punya bapa yang lain yaitu Allah. Karena itu saya berharap anak-anak yang tinggal di panti asuhan ini tidak putus asa," katanya seraya menegaskan bahwa masa depan kita bukan ditentukan oleh manusia tetapi Tuhan Yesus.

Sementara itu pimpinan Panti Asuhan Bait Allah dan Taman Getsemani Kasih mengucapkan terima kasih atas kunjungan rombongan bishop yang memberikan berkat dan kasihnya kepada kami.  Anak-anak kedua panti asuhan itu tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bishop Kristi. Berdasarkan catatan, Panti Asuhan Bait Allah menampung 70 anak asuh yang datang dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda.

Terkait pemberitaan disegelnya tiga gereja di Jambi, Bishop Kristi Wilson mengungkapkan rasa keprihatinannya atas disegelnya tiga gerja di Jambi oleh pemerintah setempat. Salah satu gereja yang disegel adalah GMI yang masuk ke yuridiksi GMI Wilayah II.

"Saya sebagai pimpinan gereja dan juga warga Indonesia ikut prihatin atas kejadian di Jambi. Saya berharap pemerintah khususnya Pemko Jambi bijaksana dalam menegakkan peraturan kebebasan beragama karena Indonesia mengakui enam agama," kata bishop.

Terhadap warga jemaat yang gerejanya disegel, Bishop Kristi meminta jemaat tetap bersabar dan setia dalam doa. "Kita perlu memberikan dorongan kepada sesama warga di Jambi untuk saling mengasihi. Saya meyakini disegelnya ketiga gereja itu bukanlah berasal dari keinginan masyarakat di sana atau umat beragama lainnya," jelasnya seraya menambahkan bahwa ketiga gereja tersebut telah lama berdiri. (R16/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru