Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Arus Kendaraan Lumpuh Total, Warga Andalkan Titi Darurat

* Komisi D DPRD Medan akan Tinjau Jembatan Titi Dua
- Senin, 22 Oktober 2018 11:20 WIB
431 view
Arus Kendaraan Lumpuh Total, Warga Andalkan Titi Darurat
SIB/Pally S
TITI DARURAT : Sejumlah warga melintasi titi darurat yang dibangun didekat Jembatan Titi Dua Sicanang amblas, sedangkan keluar masuk berbagai jenis kendaraan bermotor hingga Minggu (21/10) masih lumpuh total.
Belawan (SIB) -Arus keluar masuk berbagai jenis kendaraan bermotor ke kawasan pemukiman penduduk di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan hingga Minggu (21/10) masih lumpuh total, setelah sisi naik atau jalan menuju Jembatan Titi Dua Sicanang amblas pada Sabtu sore (20/10).

Namun setelah pihak terkait di Kecamatan Medan Belawan, membangun titi darurat terbuat dari kayu kelapa, warga Kelurahan Sicanang yang akan keluar maupun kembali ke kediaman mereka tidak lagi harus menggunakan sampan.

Tetapi untuk melintasi titi darurat tersebut warga yang akan keluar atau masuk harus antri, karena kondisi titi yang dibangun hanya dapat  dilintasi satu arah.

Untuk mengantispasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah pria tampak berjaga-jaga di areal Titi Darurat untuk mengawasi warga yang melintas, terutama wanita dan anak-anak.

"Tadi malam langsung dibangun agar masyarakat  dapat keluar masuk, tidak lagi harus menggunakan sampan, kami hanya mengandalkan titi darurat ini," ujar salah seorang warga mengaku bernama Ramlan yang ditanyai wartawan.

Hingga Minggu sore belum ada dilakukan penimbunan oleh Pemko Medan ditanah yang amblas tersebut.

Akibat lain dari amblasnya ruas dan badan jalan di dekat badan Jembatan Titi Dua tersebut, pasokan bahan kebutuhan pokok masyarakat berupa sembako maupun BBM terpaksa dilansir secara manual.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Medan Ir Parlaungan Simangungsong merasa bingung dengan kejadian tersebut.  Sebab, bila sudah dikerjakan mengapa tanahnya masih amblas juga. Dan ini sudah kejadian yang kedua.

"Seharusnya pihak-pihak terkait harus meneliti penyebab terjadinya abrasi.  Sebab, kekuatan tanah di masing-masing daerah berbeda. Pemko Medan setidaknya harus meneliti seluruh jembatan yang berada dekat laut terutama daerah Medan Utara", ujarnya lagi.

Saat ini, cuaca cukup ekstrim dan harus ada antisipasi agar hal-hal demikian tidak terjadi kembali. DPRD mendorong Pemko Medan dalam hal ini Dinas PU Medan agar melakukan analisis rutin dan melihat seluruh jembatan yang ada di Medan Utara.

Jangan menunggu adanya korban baru Pemko Medan memberi perhatian. Kasihan masyarakat Sicanang, karena selalu was-was ketika melewati jembatan tersebut. Padahal jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan keluar masuk warga setempat," ujar Politisi Demokrat itu lagi.

Dalam waktu dekat ini, Komisi D DPRD Medan akan turun langsung meninjau ke lapangan agar mengetahui penyebab sebenarnya kenapa tanah tersebut abrasi. (A8/A13/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru