Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Masyarakat Sumut Kuat Makan Nasi, 2018 Diprediksi Surplus Beras 1.648.598 Ton

- Jumat, 26 Oktober 2018 10:55 WIB
392 view
Masyarakat Sumut Kuat Makan Nasi, 2018 Diprediksi Surplus Beras 1.648.598 Ton
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Kepala Departemen Litbang DPKN Korpri Oni Bibin Bintoro (tengah) didampingi Direktur Operasional Taspen Ermanza dan Kepala Cabang Taspen Medan Adhari Effendi foto bersama para pengurus Korpri Provinsi dan kabupaten yang ada di Pulau Sumatera
Medan (SIB) -Masyarakat Sumatera Utara tergolong kuat makan nasi atau sebanyak 124 kg beras per orang per tahun. Sedangkan ratarata nasional hanya sebesar 98 kg per orang per tahun. Hingga akhir tahun 2018 Sumut diprediksi mengalami surplus beras sebesar 1.648.598 ton. 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut HM Azhar Harahap melalui Kepala Seksi Program Yus Pahri Peranginangin kepada SIB, Kamis (25/ 10). Ia mengatakan, surplus beras tersebut tahun 2018 diperoleh dari produksi GKG (Gabah Kering Giling) hingga Aram (angka ramalan) I tahun ini realisasinya mencapai 5,3 juta ton dan jika dikonversikan menjadi beras mencapai 3.384.598 ton. 

Menurutnya lagi, jika produksi beras 3.384.598 ton tersebut dikurangi dengan kebutuhan beras di Sumatera Utara tahun 2018 sebesar 1.736.000 ton, maka hingga akhir tahun ini Sumut mengalami surplus beras sebesar 1.648.598 ton. Ketika ditanya jumlah petani di Sumut, Yuspahri mengatakan, sebanyak 1,2 juta kepala keluarga dengan kepemilikan lahan rata-rata 0,5 hektar. 

Di Sumut ada sejumlah kabupaten/kota merupakan sentra produksi beras yakni Kabupaten Simalungun, Serdangbedagai, Deliserdang, Langkat, Batubara, Asahan, Tapanuli Selatan, Madina, Labuhanbatu, Padanglawas dan Padanglawas Utara. Mengenai varitas bibit digunakan para petani, menurutnya tergantung jenis yang dianggap mereka cocok untuk ditanam. Disebutnya, meskipun produksi gabah 5,2 ton per hektar namun ada juga daerah yang produksinya per hektar bisa mencapai 6 ton. 

Makanya, Tim dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut beberapa pekan lalu meninjau ke lokasi atau ke daerah-daerah untuk mengecek hasil panen petani termasuk produksinya cukup tinggi setiap per hektarnya. Disinggung produksi gabah hingga Aram II tahun 2018 ini, menurut Yuspahri, masih akan dibahas jumlah produksi gabahnya. 

Dia juga menyebutkan, produksi gabah dari hasil tanam Oktober 2017 hingga Agustus 2018 yang rata-rata hasil panen gabahnya mencapai 5,5 ton per hektar Sebelumnya, berdasarkan Aram (angka ramalan) I tahun 2018, luas panen gabah/padi 1.041.420 hektar dengan produktivitas 51,06 kwintal per hektar dengan produksi mencapai 5.311.673 ton. 

Ketika ditanya cuaca yang tidak stabil di sejumlah daerah di Sumut, Yuspahri mengatakan, tidak berpengaruh terhadap produksi gabah di Sumut dan diprediksi tahun 2018 Sumut surplus beras. Meskipun ada lahan yang terkena banjir, tapi tidak berpengaruh terhadap produksi gabah, ujarnya. (A2/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru