Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Rumah Sakit Diingatkan Jangan Mengabaikan Pasien Kalangan Atas Berobat ke LN

- Senin, 29 Oktober 2018 11:21 WIB
598 view
Rumah Sakit Diingatkan Jangan Mengabaikan Pasien Kalangan Atas Berobat ke LN
SIB/Leo Bukit
PIN: Ketua Umum ARSSI drg Susi Setiawati MARS memasang pin pengurus ARSSI Sumut periode 2018-2021 kepada Ketua ARSSI Sumut Parlindungan Purba SH MM di Auditorium Murni Teguh Memorial Hospital Medan, Sabtu (27/10).
Medan (SIB)- Rumah sakit belakangan ini menghadapi banyak tantangan terutama dalam hal pembiayaan dari BPJS Kesehatan. Hal ini dikatakan Parlindungan Purba usai dilantik Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) cabang Sumatera Utara periode 2018-2021 oleh Ketua Umum ARSSI drg Susi Setiawati MARS di Auditorium Murni Teguh Memorial Hospital Medan, Sabtu (27/10).

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan kepada RS yang mengalami keterlambatan. "Ini bukan masalah di Sumut saja, tapi nasional sehingga berdampak pada RS. Namun kita paham dengan situasi saat ini dan komunikasi kita dengan BPJS Kesehatan cukup baik," kata Parlindungan.

Namun, lanjutnya, kepengurusan ARSSI yang baru ini tetap bertekad meningkatkan mutu pelayanan RS swasta sehingga mengurangi jumlah pasien yang berobat ke negara tetangga. "Kita juga berharap RS ini bisa kreatif, tidak hanya mengandalkan pasien BPJS Kesehatan saja. BPJS Kesehatan ini program pemerintah, maka harus kita dukung," imbuhnya.

Sedangkan Sekretaris ARSSI Sumut Dr Imelda Liana Ritonga SKp MPd Mn mengajak RS swasta tetap memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pasien, sembari mencari peluang yang lebih inovatif dalam memberikan pelayanan. "Sehingga, pasien yang tadinya ke luar negeri itu mau mendapatkan pelayanan kesehatan di RS kita," tambahnya.

Sedangkan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumut dr Azwan Hakmi Lubis SpA MKes dalam sambutannya memaparkan, di Sumut ini RS swasta dan pemerintah terlalu sibuk melayani pasien BPJS Kesehatan. Akibatnya, lupa dengan masyarakat ekonomi atas dan membiarkan mereka berobat ke Malaysia, Singapura dan negara tetangga lainnya.

"Persi dan ARSSI harus buat konsep agar kita tidak jadi penonton dan hanya sibuk dengan pasien BPJS Kesehatan, tetapi kita membiarkan mereka yang menengah ke atas yang banyak ke luar negeri. Bukan kita ingin membedakan, tapi memang harus juga disiapkan fasilitas untuk pasien yang harus kita jaring. Artinya, kita juga harus mampu menangkap pasar yang berduit," imbuhnya sembari menyarankan agar RS jangan terjebak fraud (curang).

Ketua Umum ARSSI drg. Susi Setiawati MARS mengatakan, RS harus mengikuti kemajuan ilmu dan teknologi agar bisa bertahan. "Kami ARSSI dan Persi pusat terus mengawal program JKN, agar bisa memberikan layanan bermutu dan safety kepada pasien," tambahnya.

Pengurus ARSSI Sumut periode 2018-2021 yang baru dilantik yakni Ketua Parlindungan Purba, Wakil Ketua dr Arifin Sitompul, dr Johanes Sembiring dan dr Marasi Sibarani Sekretaris Dr Imelda Liana Ritonga SKp MPd Mn dan wakil  Wilda Nasution, Bendahara dr Mutiara, Ir Fachri Hasballah dan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Medan Ilham Lailatul Qodr mengatakan, dalam hal pembayaran klaim, saat ini tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Diharapkan fasilitas kesehatan dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik sesuai ketentuan.

"Pemenuhan kewajiban untuk pembayaran klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan pada prinsipnya tidak akan bermasalah dan dapat dipastikan bahwa semua akan terbayar sesuai ketentuan," tegas Ilham kepada wartawan, Minggu (28/10). (A17/l)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru